Israel kembali mengeluarkan pernyataan terkini soal pertempuran di perbatasan Lebanon. Kali ini, mereka mengklaim telah menewaskan seorang komandan penting Hizbullah. Orang yang dimaksud adalah Abu Hussein Ragheb, yang disebut-sebut sebagai kepala Unit Nasr kelompok bersenjata itu.
Menurut Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, dirinya telah mendapat laporan soal "pemusnahan" komandan tersebut dalam sebuah serangan. Klaim ini disampaikan pada Senin (9/3/2026).
Unit Nasr sendiri dikenal aktif di wilayah selatan Lebanon, tepatnya di sektor timur Sungai Litani. Sejak serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023 silam, unit inilah yang kerap melakukan tembakan-tembakan lintas batas.
Di sisi lain, situasi di lapangan justru memanas dengan insiden terpisah yang memakan korban sipil. Serangan Israel dilaporkan menghantam Desa Qlayaa, sebuah kawasan dengan mayoritas penduduk Kristen di Lebanon selatan.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) mencatat, sebuah rumah di desa itu dihantam dua kali berturut-turut oleh tembakan tank Merkava. Hantaman pertama melukai pemilik rumah beserta istrinya.
Mendengar kabar itu, sejumlah warga dan paramedis Palang Merah bergegas menuju lokasi. Di antara mereka ada seorang pendeta, Pierre al-Rai.
Namun begitu, malapetaka datang untuk kedua kalinya. Saat mereka tengah berusaha menolong, tank menembak lagi. Tembakan itu melukai Rai dan tiga orang lainnya.
Pendeta itu tak bisa diselamatkan. Sejumlah sumber medis yang dihubungi AFP menyatakan, Rai meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya.
Artikel Terkait
Menteri Imipas: 815 Pegawai Kena Sanksi, 90 Dipecat karena Langgar Aturan
POJK Baru Berlaku 2026, Rekening Tabungan Nasabah Diklasifikasikan Jadi Tiga Status
KPK Tetapkan Bupati Muara Enim dan Tiga Orang Lain sebagai Tersangka Kasus OTT BPK
Pria Mengaku Habib Diciduk usai Cabuli Delapan Santriwati di Ponpes Susukan