JAKARTA – Media sosial lagi-lagi gempar. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada perseteruan sengit antara netizen Korea (Knetz) dan SEAblings, sebuah sebutan untuk warganet Asia Tenggara. Konflik ini jauh lebih dalam dari sekadar adu komentar. Isu rasisme, stereotip budaya, hingga solidaritas regional tiba-tiba jadi bahan perdebatan panas.
Suasana makin memanas setelah nama aktor Indonesia, Baskara Mahendra, ikut terseret dan memicu kemarahan netizen lokal. Hingga saat ini, perang narasi antara kedua kubu masih terus bergulir di platform seperti X dan lainnya.
Buat yang penasaran, berikut tujuh poin penting yang merangkum kronologi dan dampak dari perang digital Knetz vs SEAblings ini.
7 Fakta Perang Knetz Vs SEAblings yang Viral di Medsos
1. Pemicunya: Konser DAY6 di Kuala Lumpur. Semua berawal dari sebuah insiden di Axiata Arena, Kuala Lumpur, akhir Januari 2026 lalu. Saat konser DAY6 berlangsung, sejumlah fansite asal Korea kedapatan membawa kamera DSLR berukuran besar. Padahal, aturan venue jelas melarangnya. Keberadaan kamera itu dikeluhkan karena menghalangi pandangan penonton lain.
Beberapa penonton lokal Malaysia pun menegur. Nah, teguran inilah yang kemudian memicu reaksi berantai di dunia maya.
2. Komentar Knetz yang Dinilai Rasis. Alih-alih meredakan, respons dari sejumlah akun yang diidentifikasi sebagai Knetz justru memperkeruh. Muncul unggahan-unggahan viral yang berisi sindiran kasar terhadap warga Asia Tenggara. Isinya tak jauh dari stereotip warna kulit dan kondisi ekonomi. Banyak warganet ASEAN yang geram, menilai komentar-komentar itu rasis dan tak pantas. Tangkapan layarnya pun menyebar bak virus.
Artikel Terkait
Bassist Rams, Putra Promotor Edy Torana, Diterima di Program Magister Hukum Oxford
SNBP 2026: Daya Tampung Terbatas, Peluang Masuk Prodi Favorit di Bawah 5%
Shilla dan Rafka Bersekutu, Ancam Ayuna dan Rafki di Mencintai Ipar Sendiri
Hasil SNBP 2026 Diumumkan Besok, 31 Maret, untuk 806 Ribu Peserta