MURIANETWORK.COM - Pasar saham Amerika Serikat (AS) mencatatkan pembukaan yang positif pada Kamis (12 Februari 2026), didorong oleh optimisme terhadap laporan perusahaan dan antisipasi terhadap data inflasi kunci. Investor dengan cermat mengamati kinerja sejumlah emiten besar sambil bersiap menyambut rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) Jumat besok, yang akan sangat mempengaruhi proyeksi mengenai waktu pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve.
Sentimen Pasar Dipicu Saham Teknologi AI
Di lantai bursa, penguatan terlihat pada indeks-indeks utama. Dow Jones Industrial Average naik 0,5 persen ke level 50.346,23. Sementara itu, S&P 500 bertambah 0,29 persen menjadi 6.961,82, dan Nasdaq Composite menguat 0,25 persen ke posisi 23.125,26. Reli ini sebagian besar ditopang oleh performa kuat saham-saham teknologi, khususnya yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (AI).
Micron Technology menjadi salah satu penggerak utama dengan melonjak hampir 7 persen. Raksasa chip Nvidia dan Advanced Micro Devices (AMD) juga ikut menguat, mencerminkan sentimen positif yang masih mengelilingi sektor teknologi canggih tersebut.
Proyeksi Suram Tekan Saham Cisco
Namun, tidak semua saham teknologi merasakan angin segar. Cisco Systems justru terperosok dengan penurunan lebih dari 7 persen. Tekanan datang setelah perusahaan memberikan pandangan laba yang kurang menggembirakan untuk kuartal mendatang.
Manajemen perusahaan mengungkapkan kekhawatiran terhadap tekanan margin akibat kenaikan biaya komponen memori. "Kelangkaan pasokan yang dipicu belanja pusat data AI oleh perusahaan teknologi besar turut mempengaruhi proyeksi kami," jelas pernyataan dari perusahaan tersebut.
Fokus Beralih ke Data Inflasi Kunci
Di tengah hiruk-pikuk laporan emiten, perhatian utama pelaku pasar tetap tertuju pada data ekonomi makro. Laporan CPI yang dijadwalkan rilis Jumat (13 Februari 2026) dinilai sebagai penentu arah kebijakan moneter The Fed dalam beberapa bulan ke depan. Analis memprediksi bahwa angka inflasi yang lebih lunak dapat kembali membuka pintu bagi ekspektasi penurunan suku bunga, asalkan pertumbuhan ekonomi tetap stabil.
Harapan itu sedikit teredam oleh serangkaian data ketenagakerjaan yang baru-baru ini dirilis. Laporan nonfarm payrolls Januari yang jauh melampaui perkiraan, diikuti dengan klaim pengangguran mingguan yang lebih rendah dari ekspektasi, menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja AS.
Dampak Data Ketenagakerjaan terhadap Ekspektasi Suku Bunga
Kekuatan pasar tenaga kerja, ditambah dengan inflasi yang belum sepenuhnya mereda, dinilai oleh banyak pengamat mengurangi urgensi The Fed untuk segera memangkas suku bunga. Padahal, ekspektasi akan pelonggaran kebijakan moneter inilah yang menjadi salah satu pendorong utama kenaikan pasar saham dalam beberapa bulan terakhir. Perubahan sentimen ini menciptakan kehati-hatian di antara investor.
Laporan Emiten Berlanjut
Dari sisi korporasi, McDonald's berhasil membukukan keuntungan dengan melampaui proyeksi analis, yang turut mendukung penguatan indeks. Sementara itu, pasar masih menanti hasil kinerja sejumlah perusahaan lain. Laporan keuangan dari Coinbase, Applied Materials, dan Rivian dijadwalkan dirilis setelah penutupan perdagangan hari ini, yang akan memberikan gambaran lebih lanjut tentang kesehatan sektor-sektor spesifik.
Secara keseluruhan, suasana pasar hari ini menggambarkan dinamika antara optimisme terhadap pertumbuhan perusahaan dan kehati-hatian terhadap sinyal kebijakan moneter. Semua mata kini tertuju pada data inflasi besok, yang diharapkan dapat memberikan kejelasan arah untuk pekan-pekan mendatang.
Artikel Terkait
PTPP Rampungkan Pembangunan Kampus UIN Malang Tahap II Senilai Rp674,66 Miliar
Nagita Slavina Berpotensi Jadi Pengendali Baru Emiten VISI
Rupiah Melemah ke Rp16.828 Didorong Tekanan Fiskal dan Data AS
Saham Indospring (INDS) Melonjak 21%, Riwayat Emiten Pegas Kendaraan Kembali Diingat