Sidang Isbat Kemenag Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 2026 pada 17 Februari

- Jumat, 13 Februari 2026 | 06:00 WIB
Sidang Isbat Kemenag Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 2026 pada 17 Februari

MURIANETWORK.COM - Menjelang bulan suci Ramadhan 2026 yang diperkirakan dimulai pada 19 Februari, umat Islam bersiap menyambut tamu agung ini dengan sukacita. Momentum ini kerap dirayakan dengan saling mengirimkan ucapan selamat dan permohonan maaf kepada keluarga serta sahabat. Sebagai bulan yang dinantikan, Ramadhan membawa nuansa spiritual yang mendalam, mengajak setiap individu untuk mempersiapkan hati dan meningkatkan ketakwaan.

Penentuan Awal Puasa Menunggu Sidang Isbat

Meski perhitungan kalender menunjukkan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriyah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, penetapan resminya masih menunggu keputusan sidang isbat. Sidang yang digelar Kementerian Agama pada Selasa, 17 Februari 2026 mendatang itulah yang nantinya akan menetapkan secara pasti hari pertama bulan suci tersebut. Proses ini mencerminkan kehati-hatian sekaligus keseragaman dalam menjalankan ibadah.

Keutamaan Bulan yang Penuh Kemuliaan

Ramadhan bukan sekadar bulan puasa biasa. Dalam tradisi Islam, ia dianggap sebagai penghulu dari segala bulan, sebuah waktu yang dipenuhi rahmat, ampunan, dan keberkahan yang melimpah. Ia merupakan salah satu dari empat bulan mulia dalam kalender Hijriyah, anugerah khusus dari Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW. Keistimewaannya terletak pada berbagai hikmah dan keutamaan yang diberikan kepada hamba-Nya yang ikhlas menjalankan ibadah.

Firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 185 menguatkan kedudukan istimewa bulan ini:

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu; dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian. Hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur”.

Mufasir terkemuka, Ibnu Katsir, menjelaskan bahwa pujian Allah terhadap bulan Ramadhan dikarenakan Dia memilihnya sebagai waktu diturunkannya Al-Qur'an yang agung. Karena kemuliaan inilah, menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan adalah hal yang sangat dianjurkan.

Anjuran untuk Bergembira Menyambut Ramadhan

Rasa suka cita menyongsong Ramadhan bukan hanya wajar, melainkan juga mengandung nilai spiritual. Sebuah pesan dalam kitab Durratun Nasihin menyebutkan, “Barang siapa senang dengan masuknya dan datangnya bulan Ramadlan, maka Allah mengharamkan jasadnya masuk neraka”.

Semangat menyambut kebaikan ini juga tergambar dalam sebuah hadis. Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai orang-orang yang menghendaki kebajikan, bergembiralah dan wahai orang-orang yang menghendaki keburukan tahanlah dirimu”.

Dalam konteks inilah, tradisi saling mengirimkan ucapan selamat dan permohonan maaf menjelang Ramadhan menemukan maknanya. Ucapan-ucapan tersebut menjadi perwujudan nyata dari kegembiraan sekaligus upaya membersihkan hubungan antar sesama sebelum memasuki ibadah yang penuh khidmat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar