Pasar modal kita lagi gak stabil. Tekanan muncul setelah laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) beredar. Nah, sebagai respons, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kini sedang fokus melakukan serangkaian pembenahan menyeluruh. Mereka bertekad memperbaiki situasi.
Pejabat Sementara Dirut BEI, Jeffrey Hendrik, punya analogi yang cukup gamblang untuk kondisi ini. Menurutnya, keadaan saat ini mirip seperti pesawat yang mengalami turbulensi.
Ucap Jeffrey dalam konferensi pers, Kamis (12/2/2026) lalu. Intinya, mundur bukan opsi. Justru ini saatnya untuk menanjak.
Dia melihat momen sulit ini justru jadi peluang emas. Momentum berharga untuk membenahi struktur pasar modal nasional secara signifikan. "Karena kita terbang lebih tinggi, ini adalah momen yang sangat tepat," tegasnya.
Lalu, langkah konkretnya apa saja? BEI bersama para pemangku kepentingan sudah merancang beberapa hal. Pertama, soal transparansi. Nantinya akan ada kewajiban pengungkapan nama pemegang saham yang kepemilikannya di atas 1 persen. Jadi, lebih terbuka.
Artikel Terkait
Ketegangan Hormuz dan Ancaman Perang Dorong Harga Minyak Mendekati USD100
Harga Emas Melonjak 2,67% ke Level USD 4.495, Sentimen Analis Berbalik Bullish
Pasar Modal Pekan Pendek, Data AS dan China Jadi Sorotan Utama
Pemerintah Pertimbangkan Pajak Tambahan untuk Produk China di E-commerce Lindungi UMKM