Netanyahu: Serangan ke Iran Dihentikan, Peringatkan Balasan Kekuatan Penuh Jika Teheran Menyerang Lagi

- Selasa, 09 Juni 2026 | 03:10 WIB
Netanyahu: Serangan ke Iran Dihentikan, Peringatkan Balasan Kekuatan Penuh Jika Teheran Menyerang Lagi

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa negaranya telah menghentikan serangan terhadap Iran. Pernyataan itu muncul setelah kedua pihak saling melancarkan serangan menyusul gencatan senjata yang berlaku sejak April lalu.

“Pada saat ini, pertempuran di baris depan tersebut telah terkendali setelah kita menyerang rezim teror di Teheran, mereka berhenti menyerang kita,” ujar Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita AFP pada Selasa, 9 Juni 2026.

Meski demikian, Netanyahu memberikan peringatan keras kepada Iran. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan membalas dengan kekuatan penuh jika Teheran kembali melancarkan serangan.

“Jika Iran melakukan kesalahan dengan kembali meluncurkan serangan terhadap kita, kita akan membalas dengan kekuatan penuh,” ancamnya.

Sementara itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa Teheran tetap berada di meja perundingan. Ia mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menghentikan serangan terhadap Israel setelah baku tembak pertama sejak gencatan senjata pada April.

“Diplomasi dan pertahanan adalah dua sayap kekuatan nasional. Kami tidak meninggalkan medan perang maupun meja perundingan,” kata Pezeshkian.

“Teheran tidak akan mundur dalam menghadapi ancaman apa pun,” imbuhnya.

Di sisi lain, Komando pimpinan militer Iran, Khatam al-Anbiya, juga telah mengumumkan penghentian operasi terhadap Israel. Namun, mereka memperingatkan bahwa jika tindakan agresi terus berlanjut, termasuk di Lebanon Selatan, maka serangan balasan yang jauh lebih keras akan dilancarkan.

“Namun, ditekankan bahwa jika tindakan agresi dan permusuhan terus berlanjut, termasuk di Lebanon Selatan, langkah-langkah yang jauh lebih keras dan menghancurkan daripada sebelumnya akan menyusul,” demikian pernyataan dari komando militer tersebut.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar