TGUK Raup Pendapatan Rp200,7 Miliar di Kuartal I-2026 Berkat Diversifikasi ke Bisnis Daging dan Frozen Food

- Senin, 08 Juni 2026 | 17:15 WIB
TGUK Raup Pendapatan Rp200,7 Miliar di Kuartal I-2026 Berkat Diversifikasi ke Bisnis Daging dan Frozen Food

PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) mulai menuai hasil positif dari langkah penataan dan diversifikasi usaha yang gencar dilakukan dalam beberapa waktu terakhir, dengan pendapatan yang melonjak signifikan pada awal tahun ini.

Meskipun pada kuartal I-2025 perseroan masih mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp4,48 miliar, laporan keuangan tiga bulan pertama tahun 2026 menunjukkan perubahan drastis. TGUK berhasil membukukan penjualan sebesar Rp200,7 miliar, sebuah lonjakan yang terutama ditopang oleh kontribusi lini usaha baru di bidang perdagangan daging dan produk pangan beku atau frozen food.

Langkah diversifikasi ini sengaja ditempuh untuk memperluas sumber pendapatan perusahaan di luar bisnis ritel makanan dan minuman yang selama ini menjadi fokus utama. Sektor pangan dipilih karena karakteristik permintaannya yang relatif stabil dan didukung oleh kebutuhan pasar yang besar.

Direktur PT Platinum Wahab Nusantara Tbk, Agus Suhada, menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari proses transformasi bisnis yang tengah dijalankan. Menurutnya, perseroan berupaya membangun fondasi usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Perseroan terus berupaya memperkuat model bisnis melalui pengembangan usaha yang memiliki prospek jangka panjang, didukung penguatan operasional serta pengelolaan bisnis yang lebih terukur,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).

Ia menambahkan, perseroan melihat peluang untuk membangun sumber pertumbuhan baru melalui kegiatan perdagangan dan distribusi produk pangan yang memiliki perputaran bisnis tinggi. Kontribusi terbesar terhadap pendapatan pada kuartal I-2026 pun berasal dari aktivitas perdagangan daging yang dijalankan melalui lini usaha baru tersebut.

Pengembangan sektor ini menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam membangun struktur bisnis yang lebih beragam, sehingga tidak lagi bergantung pada satu segmen usaha semata. Agus menegaskan, seiring dengan pengembangan lini usaha baru, perseroan tetap berkomitmen memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memastikan setiap langkah pengembangan dilakukan secara terukur.

“Bagi manajemen, pertumbuhan yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan pendapatan, tetapi juga oleh kualitas operasional dan kemampuan perusahaan menjaga kinerja dalam jangka panjang,” kata Agus.

Memasuki kuartal kedua 2026, perseroan berencana melanjutkan berbagai program penguatan bisnis yang telah berjalan. Fokus utama mencakup optimalisasi lini usaha yang telah memberikan kontribusi terhadap pendapatan, pengembangan jaringan bisnis, serta identifikasi peluang usaha baru yang sejalan dengan arah strategis perusahaan.

“Kami meyakini bahwa pendekatan yang disiplin, adaptif, dan berorientasi jangka panjang akan menjadi fondasi penting dalam menjaga momentum pertumbuhan yang mulai terbentuk pada awal tahun ini,” pungkas Agus.

Melalui langkah penataan dan pengembangan usaha yang terus dijalankan, TGUK optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai perusahaan yang mampu beradaptasi terhadap perubahan pasar sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini