Iran Hentikan Serangan ke Israel, Peringatkan Respons Lebih Dahsyat Jika Agresi ke Lebanon Berlanjut

- Selasa, 09 Juni 2026 | 03:15 WIB
Iran Hentikan Serangan ke Israel, Peringatkan Respons Lebih Dahsyat Jika Agresi ke Lebanon Berlanjut

Iran secara resmi mengumumkan penghentian serangan terhadap Israel pada Senin, 8 Juni 2026, namun memberikan peringatan keras bahwa pihaknya akan kembali melancarkan gempuran dahsyat jika Israel terus melanjutkan agresi ke Lebanon. Keputusan ini diumumkan melalui pernyataan resmi Markas Besar Khatam Al Anbiya, lembaga yang mengoordinasikan seluruh unit militer Iran.

Dalam pernyataan tersebut, Iran juga menuding Amerika Serikat turut bertanggung jawab atas serangan Israel ke Lebanon. Tuduhan ini muncul di tengah situasi genting, di mana gencatan senjata yang seharusnya berlaku justru dilanggar oleh aksi militer Israel di Lebanon Selatan dan wilayah Dahiya.

"Menyusul agresi dan kejahatan rezim Zionis brutal di Lebanon Selatan serta wilayah Dahiya, yang berlangsung atas dukungan Amerika Serikat sang kriminal, angkatan bersenjata Republik Islam Iran yang kuat memberikan respons yang menyakitkan terhadap rezim ini untuk mendukung rakyat Lebanon yang tertindas," demikian bunyi pernyataan resmi Markas Besar Khatam Al Anbiya, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Tasnim.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Israel dan para pendukungnya seharusnya sudah belajar dari betapa menyakitkannya pembalasan yang pernah dilakukan Iran sebelumnya. "Atas dasar ini, penghentian operasi angkatan bersenjata diumumkan," tulis pernyataan tersebut.

Meski mengumumkan penghentian serangan, Iran memberikan peringatan tegas bahwa Israel akan menerima respons yang lebih menyakitkan dan menghancurkan jika serangan terhadap Lebanon berlanjut. Ancaman ini menjadi sinyal bahwa situasi di kawasan masih sangat rapuh dan dapat meledak kapan saja.

Ketegangan antara kedua negara meningkat tajam pada Minggu, 7 Juni 2026, setelah Israel membombardir ibu kota Lebanon, Beirut, di tengah masa berlakunya gencatan senjata. Iran merespons dengan meluncurkan rudal ke wilayah utara Israel. Serangan rudal tersebut kemudian dibalas Israel dengan melancarkan beberapa gelombang serangan ke wilayah barat dan tengah Iran.

Sementara itu, surat kabar Israel, Israel Hayom, melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah mengirimkan pesan kepada Iran yang intinya menyatakan tidak akan ada serangan lebih lanjut jika Teheran menghentikan aksi militernya. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya telah menyerukan agar Israel dan Iran segera menghentikan serangan melalui unggahan di akun Truth Social miliknya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar