MURIANETWORK.COM - Curah hujan tinggi yang mengguyur sejak Rabu (11/2/2026) malam memicu luapan dua sungai di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan rumah di Kecamatan Pasaleman dan Losari terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 meter pada Kamis (12/2/2026) pagi. Banyak warga memilih bertahan di rumah mereka sambil menyelamatkan barang berharga, sementara akses jalan antardesa terputus akibat genangan air yang meluas.
Dua Kecamatan Terdampak, Satu Desa Paling Parah
Banjir yang melanda dua kecamatan tersebut menimbulkan gangguan signifikan bagi aktivitas warga. Selain merendam permukiman, genangan air juga mengisolasi sejumlah wilayah dan mengganggu lalu lintas penghubung antardesa. Di antara lokasi yang terdampak, kondisi di Desa Cilengrangk Induk, Kecamatan Pasaleman, dilaporkan paling mengkhawatirkan. Ketinggian air di desa ini masih bertahan di angka 1,5 meter hingga Kamis pagi, tanpa tanda-tanda akan segera surut.
Hujan dengan intensitas ringan masih terpantau turun di beberapa titik, menambah kecemasan warga yang tengah berjaga-jaga.
Kesaksian Warga: Air Masuk hingga Rumah
Seorang warga Cilengrangk Induk, Tarmad, menceritakan kronologi cepatnya genangan air meningkat. Menurut penuturannya, luapan sungai sudah mulai merambah jalan pada Rabu malam.
Artikel Terkait
Pemerintah Genjot Biofuel dan Bioetanol untuk Kemandirian Energi
Timnas Indonesia Hadapi Ujian Berat Lawan Bulgaria di Final FIFA Series
Dugaan Nepotisme Warnai Usulan Penerima Bedah Rumah di Desa Nagauleng, Bone
Polemik 41 Dapur MBG di Sulsel: Aturan Dilanggar, Janji Penertiban Menguap