Prabowo: Manfaatkan AI untuk Atasi Kemiskinan & Perkuat Ketahanan Pangan di Indonesia

- Sabtu, 01 November 2025 | 15:24 WIB
Prabowo: Manfaatkan AI untuk Atasi Kemiskinan & Perkuat Ketahanan Pangan di Indonesia

Prabowo: Manfaatkan AI untuk Atasi Kemiskinan dan Perkuat Ketahanan Pangan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi mampu mempercepat pengentasan kemiskinan serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Pernyataan ini disampaikan dalam sesi kedua KTT APEC 2025.

Peran Strategis AI dalam Pembangunan Nasional

Menurut Prabowo, Indonesia sedang memasuki era baru yang ditandai kemajuan teknologi tinggi, khususnya kecerdasan buatan. Pemerintah Indonesia saat ini memusatkan upaya pada pemanfaatan AI untuk mengatasi tantangan kemiskinan dan kelaparan secara cepat dan terukur.

"Inilah tugas paling mendesak bagi Indonesia. Kami percaya dapat memperoleh manfaat besar dari penggunaan kecerdasan buatan," tegas Prabowo melalui keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Kesuksesan Penerapan AI di Sektor Pertanian

Dalam implementasinya, sektor pertanian Indonesia telah mulai mengadopsi teknologi AI dengan hasil yang signifikan. Prabowo mengungkapkan bahwa penerapan AI telah memungkinkan pengembangan teknik pertanian presisi dan modern.

"Kami menggunakan AI di sektor pertanian yang telah memungkinkan pencapaian swasembada dalam produksi beras dan jagung. Target awal swasembada empat tahun berhasil dipersingkat berkat teknologi tinggi dan pertanian presisi," jelasnya.

Kolaborasi Internasional Kunci Kemajuan Teknologi

Prabowo menekankan bahwa penguasaan teknologi menjadi kunci utama kemajuan bangsa. Hal ini menurutnya akan terwujud melalui kolaborasi erat dengan negara-negara lain, khususnya negara-negara Asia Pasifik dalam forum APEC.

"Melalui kerja sama di dalam APEC, kita dapat memastikan kendali atas masa depan teknologi dan mencapai tujuan pembangunan bersama," tutup Prabowo menegaskan komitmen Indonesia dalam pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan rakyat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar