Jakarta Timur bersiap. Menjelang Ramadan tahun ini, suasana di ibukota memang kerap memanas, terutama di kalangan remaja. Tawuran jadi ancaman nyata yang selalu mengintai. Nah, untuk mencegah hal itu, Pemerintah Kota Jakarta Timur tak mau tinggal diam. Mereka mengerahkan seluruh kekuatan.
Kolaborasi digalang. Tak cuma mengandalkan polisi dan TNI, tapi juga melibatkan tokoh agama dan masyarakat. Sinergi lintas sektor ini diharapkan bisa menciptakan keamanan yang lebih menyeluruh, khususnya di jam-jam rawan seperti jelang sahur atau usai tarawih.
Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto, menekankan peran sentral para tokoh ini. "Peran tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat penting," katanya, Jumat lalu.
Menurutnya, mereka bisa membantu aparat dalam menjaga ketertiban, sekaligus memberikan pembinaan moral langsung ke generasi muda. Ramadan, baginya, adalah momen tepat untuk memperkuat nilai-nilai itu.
"Selama bulan puasa ini, mudah-mudahan tidak ada ketegangan di kalangan anak muda yang berujung pada tawuran. Untuk itu, masyarakat harus bersama-sama menjaga lingkungannya," ucap Kusmanto.
Dia mengakui, upaya pencegahan tak akan maksimal kalau cuma mengandalkan aparat. Keterlibatan warga secara kolektif itu mutlak diperlukan. Makanya, dia juga meminta para camat dan lurah untuk meningkatkan koordinasi dengan petugas keamanan di lapangan.
Intensitas patroli harus ditingkatkan. Deteksi dini terhadap potensi keributan juga jadi kunci. "Pengawasan harus ditingkatkan. Jika ada gejala atau potensi konflik, segera lakukan langkah pencegahan agar tidak berkembang menjadi tawuran," tegasnya.
Artikel Terkait
KAI Commeter Lacak Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Jakarta-Bogor via CCTV Analytic
Penegak Hutan Amankan Tiga Pelaku Perambahan 9 Hektar di Wajo
Tentara Thailand Kehilangan Kaki Akibat Ranjau di Perbatasan yang Memanas
KPK Periksa Delapan Kepala Desa Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pati