Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone melakukan inspeksi mendadak ke Pelabuhan Penyeberangan Bajoe, Selasa (6/5/2026), untuk memastikan progres perbaikan fasilitas dermaga yang tengah berlangsung. Langkah ini diambil langsung setelah rapat mitra bersama pihak terkait, menunjukkan keseriusan legislatif dalam mengawasi proyek infrastruktur publik.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran Komisi III bersama rombongan turun langsung ke area pekerjaan milik PT ASDP Indonesia Ferry. Mereka meninjau secara saksama perkembangan perbaikan di pelabuhan yang menjadi salah satu simpul transportasi utama di wilayah itu. Ketua Komisi III DPRD Bone, Indra Jaya, Wakil Ketua Andi Adhar, serta Sekretaris Komisi III Andi Yusuf Nuryawan tampak hadir memimpin langsung kegiatan pengawasan tersebut.
“Habis rapat mitra Komisi III, kami bersama teman-teman komisi langsung turun ke Pelabuhan Bajoe untuk melakukan sidak terhadap PT ASDP. Kami ingin memastikan progres pengerjaan perbaikan pelabuhan penyeberangan,” ungkap Andi Yusuf Nuryawan kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan per 6 Mei 2026, progres pengerjaan perbaikan dermaga telah mencapai sekitar 30 persen. Pihak pelaksana proyek menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu 21 hari, sesuai jadwal yang telah disepakati bersama PT ASDP. “Dari hasil sidak lapangan, progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 30 persen. Pekerjaan ini diestimasi selesai dalam waktu 21 hari sesuai janji pihak pelaksana dan PT ASDP,” lanjut politisi Partai Gerindra tersebut.
Wilayah Bajoe merupakan daerah pemilihan Andi Yusuf Nuryawan. Ia mengaku memiliki tanggung jawab langsung untuk mengawal aspirasi serta segala program pembangunan di daerah pemilihannya. “Saya berharap proses pengerjaan dapat berjalan tepat waktu agar aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bajoe kembali normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu lebih lama,” tegasnya.
Sementara itu, General Manager ASDP Bajoe, Anom Sedayu, menambahkan bahwa langkah rehabilitasi dermaga ini merupakan keputusan strategis yang tidak bisa ditunda. Faktor usia dermaga yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun serta beban operasional yang terus meningkat menjadi alasan utama percepatan perbaikan. “Keselamatan pengguna jasa adalah prioritas utama kami. Dengan kondisi dermaga yang sudah berusia lebih dari 20 tahun, tentu perlu dilakukan perbaikan menyeluruh agar tetap memenuhi standar keselamatan pelayaran,” ujarnya.
Anom Sedayu juga memastikan bahwa meskipun operasional dialihkan sementara ke Pelabuhan Siwa mulai 1 Mei, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. “Kami sudah menyiapkan skema pelayanan di Siwa agar aktivitas penyeberangan tetap lancar. Kami mohon pengertian masyarakat atas pengalihan ini, karena tujuannya untuk memberikan layanan yang lebih aman dan lebih baik ke depan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Maia Estianty Pamer Momen Mesra dengan Irwan Mussry di Tengah Polemik Ahmad Dhani soal Dugaan KDRT
PDAM Bone Antisipasi Krisis Air Bersih Akibat Musim Kemarau dan Alih Fungsi Lahan
Perekonomian Sulawesi Selatan Tumbuh 6,88 Persen di Triwulan I 2026, Ditopang Sektor Pemerintahan dan Konsumsi Publik
Dua Calon Jemaah Haji Asal Soppeng Tertunda Berangkat karena Tidak Laik Terbang