885 Penari dan Seniman Meriahkan Pawai Milangkala Tatar Sunda di Bogor, Sejumlah Jalan Ditutup Total

- Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB
885 Penari dan Seniman Meriahkan Pawai Milangkala Tatar Sunda di Bogor, Sejumlah Jalan Ditutup Total

Sebanyak 885 penari dan seniman dari 27 kota dan kabupaten se-Jawa Barat akan memadati ruas jalan di pusat Kota Bogor dalam gelaran pawai budaya Milangkala Tatar Sunda, Jumat (8/5/2026) sore. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bogor menggelar kirab budaya ini sebagai bentuk perayaan tradisi Sunda, namun konsekuensinya, arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama akan ditutup total selama empat jam.

Penutupan arus kendaraan akan diberlakukan mulai pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB. Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bogor, Ridwan, menjelaskan bahwa ruas jalan yang terdampak meliputi Jalan Lawanggintung, Jalan Batutulis, Jalan Siliwangi, dan Jalan Suryakencana. “Ketika sore pada pukul 18.00 WIB-22.00 WIB, jalur yang akan dilewati peserta kirab akan ditutup total. Arahnya dari Jalan Lawanggintung, lanjut Jalan Batutulis, Simpang Ahoy Jalan Siliwangi, kemudian contraflow ke arah Jalan Suryakencana,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (7/5/2026).

Iring-iringan pawai akan dimulai dari Museum Pajajaran yang berada di samping Prasasti Batutulis dan berakhir di Lawang Suryakencana, dengan total jarak tempuh mencapai 3,5 kilometer. Selain ribuan seniman, pawai juga akan dimeriahkan oleh kesenian dari 14 kampung adat, pasukan kavaleri, hingga kereta kencana. Sementara itu, bagi pengendara yang hendak melintas dari arah Tajur menuju Jalan Lawanggintung, Jalan Batutulis, dan Jalan Siliwangi, akan dialihkan ke Jalan Pajajaran, kemudian bergabung ke Jalan Otista, Simpang Empang, Jalan Bondongan, dan berakhir di Jalan Pahlawan.

Untuk mengantisipasi kemacetan, petugas Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Bogor akan disiagakan di setiap titik yang terdampak penutupan. Ridwan mengimbau masyarakat yang akan berkegiatan atau melintas di sekitar lokasi untuk menyesuaikan waktu perjalanan dan menggunakan jalur alternatif. “Ini demi kenyamanan bersama,” pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar