Persija Kembali Kehilangan Hak Tuan Rumah, Laga El Clasico Lawan Persib Dipindahkan ke Samarinda

- Kamis, 07 Mei 2026 | 16:30 WIB
Persija Kembali Kehilangan Hak Tuan Rumah, Laga El Clasico Lawan Persib Dipindahkan ke Samarinda

Laga klasik antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung dipastikan tidak akan digelar di ibu kota. Pertandingan yang bertajuk El Clasico tersebut resmi dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu (10/5/2026). Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan keamanan, sehingga Persija kembali kehilangan hak untuk menjamu rival abadinya di hadapan pendukung sendiri untuk tahun ketujuh berturut-turut.

Pelatih Persija, Mauricio Souza, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengaku pasrah karena tidak memiliki kuasa untuk mengubah keputusan yang telah ditetapkan. Meski demikian, pelatih asal Brasil itu menegaskan bahwa timnya tetap harus fokus menghadapi pertandingan penting tersebut.

“Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Tentu saja kami sangat menyesal pertandingan dipindah dari Jakarta,” ujar Mauricio Souza.

Menurut Mauricio, laga melawan Persib seharusnya menjadi momentum besar bagi Persija dan The Jakmania. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, menurutnya, dapat memberikan dorongan moral tambahan bagi Macan Kemayoran. Ia menilai dukungan langsung dari suporter memiliki pengaruh signifikan dalam pertandingan sekelas Persija versus Persib yang selalu dipenuhi tekanan tinggi.

Tak hanya soal atmosfer stadion, Mauricio juga menyoroti kualitas lapangan. Ia menilai kondisi rumput di SUGBK jauh lebih baik dibandingkan dengan venue pengganti di Samarinda. “Kondisi lapangan jauh lebih baik ketimbang tempat kami bermain nanti. Tapi ini sudah diputuskan dan kami tidak punya kendali atas itu. Tugas kami adalah pergi ke sana dan melakukan yang terbaik,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan situasi sulit yang tengah dihadapi Persija jelang pertandingan krusial musim ini. Di sisi lain, duel ini tidak hanya sekadar rivalitas klasik sepak bola Indonesia, tetapi juga menjadi penentu dalam persaingan papan atas klasemen Super League 2025/2026. Persib Bandung saat ini masih memuncaki klasemen dengan koleksi 72 poin, sementara Persija terus berjuang menjaga peluang untuk tetap bersaing di jalur juara.

Selisih poin yang tidak terlalu jauh membuat laga di Samarinda diprediksi berlangsung sengit dan menentukan arah persaingan menjelang akhir musim. Bagi Persija, kehilangan status sebagai tuan rumah penuh tentu menjadi kerugian besar, terutama karena laga ini semestinya menjadi kesempatan untuk memanfaatkan tekanan publik Jakarta terhadap rival abadinya.

Mauricio Souza belum bisa memastikan apakah perpindahan venue benar-benar menguntungkan Persib Bandung. Namun, ia menegaskan bahwa situasi ini jelas merugikan Persija sebagai tim yang seharusnya bermain di kandang sendiri. “Kami seharusnya bermain di lapangan kami sendiri, dengan suporter kami, dan tentu saja itu adalah poin positif bagi kami. Saya tidak tahu apakah Persib diuntungkan dengan hal ini. Bagi kami sama sekali tidak mendapat keuntungan,” tutup Mauricio.

Pemindahan laga ke Samarinda juga memperpanjang catatan pahit Persija yang kembali gagal menjamu Persib di Jakarta dalam beberapa musim terakhir. Situasi serupa sebelumnya beberapa kali terjadi akibat persoalan izin keamanan, membuat Macan Kemayoran harus berperan sebagai “tim musafir” dalam pertandingan yang seharusnya digelar di kandang sendiri. Meski demikian, Mauricio Souza memastikan timnya tetap akan datang ke Samarinda dengan target memberikan performa terbaik demi menjaga peluang di papan atas Super League musim ini.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar