Semua mata kini tertuju pada laga El Clasico yang akan mempertemukan Barcelona melawan Real Madrid di Camp Nou. Pertandingan ini tidak hanya sarat gengsi, tetapi juga memiliki implikasi langsung terhadap perebutan gelar juara. Bagi Barcelona, hasil imbang saja sudah cukup untuk memastikan mereka mengunci trofi. Di sisi lain, Real Madrid sama sekali tidak boleh kehilangan poin jika masih ingin menjaga asa mereka tetap hidup.
Menjelang partai besar tersebut, penyerang Barcelona, Ferran Torres, angkat bicara mengenai emosi, tekanan, dan kegembiraan yang menyertai laga yang dianggap sebagai salah satu pertandingan terbesar dalam dunia sepak bola. Meskipun pertandingan ini krusial, pemain asal Spanyol itu justru mengakui bahwa para pemain kerap merasakan tekanan yang lebih rendah saat berlaga di El Clasico. Alasannya, laga semacam ini adalah pertandingan yang mereka impikan sejak awal karier.
“Pertandingan seperti ini adalah pertandingan yang diimpikan setiap pemain. Justru sebaliknya. Saat itulah tekanannya paling rendah,” ujar Ferran Torres.
“Ini menyenangkan. Saat itulah Anda paling ingin bermain, saat Anda paling termotivasi,” lanjutnya.
Sejak bergabung dengan Barcelona, Ferran Torres telah mengoleksi pengalaman signifikan saat berhadapan dengan Real Madrid. Penyerang berusia 24 tahun itu telah menghadapi Los Blancos sebanyak 14 kali bersama tim Catalan. Dalam rentetan pertemuan tersebut, ia secara teratur mampu merepotkan pertahanan lawan dengan torehan tiga gol dan empat assist.
Salah satu momen paling berkesan baginya terjadi pada final Copa del Rey musim lalu. Saat itu, ia mencetak gol setelah melewati Antonio Rudiger dan Thibaut Courtois dalam sebuah serangan yang menentukan. Mengenang gol tersebut, Ferran menjelaskan bahwa para pemain sepak bola hampir tidak memiliki waktu untuk memproses apa yang terjadi pada momen genting seperti itu karena insting sepenuhnya mengambil alih.
“Ketika pertandingan berakhir, saya bahkan hampir tidak ingat permainan itu karena Anda tidak punya waktu untuk memprosesnya,” ujarnya.
Selama pertandingan, menurut dia, yang terpenting adalah melihat celah. “Dan Anda tidak memikirkan siapa yang ada di depan atau di belakang Anda – Anda hanya fokus mencetak gol,” tegasnya.
“Saat Anda melihat bola masuk… jujur saja, itu perasaan yang luar biasa,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Konflik Pecah di Ruang Ganti Real Madrid, Valverde Dilarikan ke RS Usai Baku Hantam dengan Tchouameni
Mantan Bek Bayern Niklas Süle Pensiun di Usia 30 Tahun Akibat Rentetan Cedera
PSM Makassar Buktikan Daya Tarik sebagai Rumah Pemain Asing: Yuran dan Victor Luiz Bertahan di Tengah Isu Sanksi FIFA
PSM Makassar Buktikan Diri Masih Jadi Rumah Nyaman bagi Pemain Asing di Tengah Ancaman Sanksi FIFA