Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, membentuk tim khusus untuk menelusuri secara mendalam polemik pengadaan sepatu bagi siswa Sekolah Rakyat yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial dan pemberitaan. Tim yang dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kementerian Sosial Dody Sukmono ini ditargetkan menyelesaikan laporan investigasinya dalam waktu sepekan.
“Hari ini kami membuat tim khusus untuk mendalami isu pengadaan yang kita tahu di berbagai pemberitaan dan media sosial. Saya menunjuk Pak Wamen dan Pak Irjen untuk melakukan penelusuran, pendalaman, dan melaporkannya dalam minggu depan,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Langkah ini, menurut Gus Ipul, diambil untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai isu yang berkembang di tengah masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pengadaan perlengkapan Sekolah Rakyat. Ia menekankan bahwa informasi yang beredar di media sosial perlu disikapi secara cermat karena belum tentu seluruhnya akurat.
“Sikap kami jelas dari awal bahwa kami terbuka, menyambut baik, serta mengapresiasi seluruh kritik dan saran dari masyarakat. Dan itu kita cermati, kita ikuti, yang memang memerlukan tindak lanjut kami tindak lanjuti,” kata dia.
Tim khusus tersebut akan mendalami secara intensif proses pengadaan barang dan jasa, dengan fokus utama pada pengadaan sepatu dan seragam bagi siswa Sekolah Rakyat. Gus Ipul menambahkan bahwa pengadaan tersebut juga mencakup perlengkapan untuk para guru.
“Salah satunya adalah kami menunjuk Pak Wamen dan Pak Irjen untuk melakukan penelusuran, mendalami, sekaligus mendapatkan gambaran yang utuh tentang isu pengadaan barang dan jasa, khususnya pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat. Semua sepatu dan seragam tentu untuk siswa Sekolah Rakyat. Ada juga untuk para guru,” jelasnya.
Di sisi lain, pihak Kementerian Sosial memastikan bahwa seluruh proses pengadaan barang dan jasa telah dilakukan melalui mekanisme lelang yang transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Meski demikian, Gus Ipul mengakui bahwa masih ada sejumlah hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut kepada publik.
“Semuanya itu dilakukan dengan proses yang transparan melalui proses lelang yang semestinya. Namun demikian, karena ada hal-hal yang mungkin perlu penjelasan lebih jauh, sekali lagi kami minta Pak Wamen dan Pak Irjen untuk mendalami isu ini dan melaporkannya dalam minggu depan,” tegasnya.
Artikel Terkait
KAI Gandeng detikcom Latih 25 Pegawai Humas Tingkatkan Kompetensi Komunikasi Digital
Badut di Mojokerto Tersangka Pembunuhan Ibu Mertua, Cekcok Dipicu Penolakan Hubungan Intim
Prabowo Dorong BIMP-EAGA Lebih Adaptif Hadapi Tantangan Global di KTT Cebu
Menteri Agama Siapkan Aturan Baru untuk Tekan Kekerasan Seksual di Pesantren