Irfan Setiaputra Ditunjuk sebagai Presiden Komisaris Anabatic Technologies Gantikan Ignasius Jonan

- Jumat, 08 Mei 2026 | 03:20 WIB
Irfan Setiaputra Ditunjuk sebagai Presiden Komisaris Anabatic Technologies Gantikan Ignasius Jonan

PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) resmi menunjuk Irfan Setiaputra sebagai Presiden Komisaris merangkap Komisaris Independen, menggantikan Ignasius Jonan. Irfan, yang sebelumnya menjabat Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) periode 2020 hingga 2024, diharapkan membawa perspektif baru bagi perusahaan teknologi tersebut.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Graha Anabatic pada Kamis, 7 Mei 2026. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur kepemimpinan seiring kebutuhan bisnis yang terus berkembang dan target pertumbuhan jangka panjang. Irfan dinilai memiliki pengalaman mengelola industri yang kompleks dan sarat regulasi, sehingga dapat memberikan arahan strategis bagi Anabatic dalam menghadapi dinamika sektor teknologi.

"Penunjukan Presiden Komisaris baru ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan kepemimpinan ATIC berada dalam posisi yang tepat dalam menangkap peluang masa depan," ujar Presiden Direktur Anabatic, Harry Surjanto Hambali, dalam keterangan resmi. Ia menambahkan bahwa dengan struktur yang diperkuat dan posisi keuangan yang semakin solid, perseroan optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan berkelanjutan.

Selain Irfan, RUPST juga menetapkan Prasetio sebagai Komisaris Independen dan Victor Budi Tanuadji sebagai Komisaris. Di sisi lain, perseroan menerima pengunduran diri Hideaki Ohaishi dan Rieko Kawaguchi dari jabatan direktur, serta memperkenalkan Jonathan Budi Tanuadji sebagai direktur baru. Perombakan ini menandai babak baru dalam tata kelola perusahaan.

Sejalan dengan penguatan jajaran pimpinan, Anabatic terus mendorong strategi pertumbuhan yang berfokus pada diversifikasi portofolio produk dan layanan bernilai tambah. Fokus utama diarahkan pada solusi transformasi digital, seperti Data Modernization dan AI Digital Contact Center, guna memperluas penerapan di berbagai sektor industri. Pada segmen Cloud & Digital Platform Partner (CDPP), perseroan menambahkan 26 produk baru sepanjang 2025 serta meluncurkan dua produk berbasis kekayaan intelektual sendiri. Sementara itu, pada segmen Digital Enriched Outsourcing Services (DEOS), integrasi teknologi kecerdasan buatan menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan.

Langkah ini didukung oleh prospek industri teknologi informasi dan komunikasi nasional yang terus bertumbuh. Nilai pasar diperkirakan mencapai sekitar 46 miliar dolar AS pada 2025, dengan proyeksi pertumbuhan rata-rata 8 hingga 10 persen per tahun hingga 2030. Anabatic juga terus meningkatkan kualitas layanan pelanggan melalui penyempurnaan standar, peningkatan responsivitas, serta pemanfaatan teknologi terkini demi menghadirkan pengalaman yang konsisten dan berkelanjutan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar