IHSG Ditutup Menguat 0,36 Persen ke 7.117,98, Sektor Keuangan Justru Melemah

- Kamis, 07 Mei 2026 | 13:00 WIB
IHSG Ditutup Menguat 0,36 Persen ke 7.117,98, Sektor Keuangan Justru Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan sesi pertama pada Kamis siang di zona hijau, mencatatkan penguatan sebesar 0,36 persen atau setara dengan 25,51 poin ke level 7.117,98. Pergerakan positif ini terjadi di tengah aktivitas transaksi yang cukup ramai di bursa efek Indonesia.

Data perdagangan menunjukkan bahwa sebanyak 349 saham berhasil mencatatkan penguatan, sementara 321 saham lainnya terpantau melemah, dan 289 saham tidak mengalami perubahan harga. Volume transaksi tercatat mencapai 24,65 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,30 triliun. Adapun frekuensi perdagangan pada sesi ini mencapai 1,53 juta kali transaksi.

Kapitalisasi pasar atau market cap bursa saham Indonesia saat ini tercatat senilai Rp12.701 triliun. Menariknya, hampir seluruh indeks sektoral bergerak di zona hijau pada sesi pertama perdagangan hari ini. Satu-satunya sektor yang justru mengalami pelemahan adalah sektor keuangan yang tercatat turun sebesar 0,87 persen.

Di sisi lain, sejumlah saham mencatatkan kenaikan harga yang signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers. Saham PT Ciptadana Asset Management Tbk (XCIS) misalnya, melesat 29,55 persen ke level Rp114. Saham PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) juga menanjak 29,27 persen menjadi Rp212, sementara PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) berhasil naik 25 persen ke posisi Rp100.

Sementara itu, beberapa saham justru terpaksa menjadi top losers akibat tekanan jual yang cukup kuat. PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen Tbk (XBLQ) tercatat melemah 13,65 persen ke harga Rp405. PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) merosot 11,76 persen ke level Rp4.200, dan PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) turun 9,97 persen menjadi Rp1.445.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar