PSI Tanggapi Pernyataan JK soal Ade Armando: Semua Pihak Belajar dari Peristiwa Ini

- Kamis, 07 Mei 2026 | 13:40 WIB
PSI Tanggapi Pernyataan JK soal Ade Armando: Semua Pihak Belajar dari Peristiwa Ini

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, menanggapi pernyataan Juru Bicara Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah, yang berharap pengunduran diri Ade Armando menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Alih-alih memperpanjang polemik, Bestari justru menyoroti hubungan baik yang selama ini terjalin antara PSI dan JK.

Bestari mengawali tanggapannya dengan mengamini pernyataan Husain Abdullah. Ia meyakini tidak ada maksud tertentu di balik pernyataan tersebut.

“Semuanya kita belajar, bahkan belajar itu dari buaian sampai ke liang lahat, kan begitu. Nah itu makna daripada yang dia sampaikan, ya saya menangkapnya, ya belajar bagi semua pihak. Itu menjadi pembelajaran apa pun yang sedang kita alami hari ini, semua menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Saya kira itu, tidak ada, saya tidak melihat ada tendensi apa-apa,” ujar Bestari saat dihubungi pada Kamis (7/5/2026).

Bestari juga menegaskan bahwa PSI tidak lagi berada dalam posisi untuk menjelaskan sikap Ade Armando yang menyinggung isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Menurutnya, dampak dari pernyataan tersebut tidak bisa lagi ditarik ke ranah partai.

“PSI tidak lagi dalam posisi harus menjelaskan apa yang menjadi tanggung jawab orang perorangan. Ya, kalau setelah Bung Ade itu mengundurkan diri dari PSI sebagai anggota maupun kader, kan sudah ada pernyataan jelas bahwa beliau itu memahami dampak besar itu ditarik-tarik ke PSI,” katanya.

“Lalu setelah mengatakan bahwa dia akan bertanggung jawab secara pribadi, mempertanggungjawabkan itu, nah jadi PSI tidak dalam posisi lagi untuk menanggapi-nanggapi atau apa gitu lho,” lanjutnya.

Sementara itu, Bestari justru menegaskan tidak ada hubungan yang rusak antara PSI dan JK. Ia bahkan mengingatkan bahwa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), juga pernah berpasangan dengan JK selama lima tahun.

“PSI bahkan belum pernah bersentuhan secara langsung ya dengan Pak JK. Saya kira tidak ada hubungan yang rusak antara PSI dengan Pak JK. Ketua Harian kami (Ahmad Ali) bersahabat dengan Pak JK. Pak Jokowi juga pernah bersama-sama dengan Pak JK itu selama lima tahun sebagai Presiden dan Wakil Presiden dan dalam perjalanan itu baik-baik saja,” ujar dia.

Bestari menyampaikan tidak ada hal-hal yang bisa dikaitkan atas apa yang terjadi belakangan. Menurutnya, PSI hanyalah partai kecil yang tidak layak diperbandingkan dengan figur besar seperti JK.

“Nggak ada konfrontasi apa pun yang bisa dikait-kaitkan, kemudian apakah ini karena ada hubungan yang kurang harmonis antara PSI dengan Pak JK. Apalah PSI ini partai kecil-kecil aja, kalau Pak JK itu orang besar. Mana masa Pak JK kemudian bermasalah sama PSI, tidaklah,” tuturnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Ade Armando dan kawan-kawan tidak ada kaitannya dengan PSI. “Kalau masalah mengenai adanya hal-hal yang terkait oknum-oknum tertentu atau orang-orang tertentu atau pribadi-pribadi tertentu, saya kira itu urusan pribadi yang tidak bisa dikaitkan langsung kepada PSI atau menjadi kebijakan PSI,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pegiat media sosial Ade Armando memutuskan mundur dari PSI setelah dirinya dilaporkan ke polisi oleh 40 organisasi masyarakat Islam. Laporan tersebut terkait dugaan pemotongan ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla. Menanggapi hal itu, Juru Bicara JK, Husain Abdullah, berharap persoalan ini menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar