Kementerian Kesehatan telah merampungkan investigasi internal terkait kematian dr. Eliza Princila Utami, atau yang akrab disapa Dokter Icha, dan menyerahkan temuannya kepada kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. Kasus ini kini memasuki tahap penyelidikan oleh Direktorat Reserse PPA dan PPO Polda Nusa Tenggara Timur.
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, Yuli Farianti, menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan seluruh hasil investigasi kepada aparat berwenang. “Kasus ini sudah masuk dalam penyelidikan kepolisian. Oleh karena itu, Kemenkes nanti akan memberikan hasil investigasi kepada yang berwenang, khususnya kepada kepolisian,” ujarnya.
Dalam investigasi tersebut, ada tiga aspek utama yang didalami. Pertama, dugaan kekerasan verbal dan intimidasi yang dialami Dokter Icha saat bertugas. “Yang pertama adalah adanya dugaan perlakuan kekerasan verbal dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum masyarakat,” kata Yuli.
Kedua, evaluasi terhadap penanganan luka gigitan ular oleh dua rumah sakit terkait pemberian serum antibisa ular. Ketiga, koordinasi antara Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan, dan Pemerintah Daerah yang dinilai tidak sejalan dalam upaya perlindungan tenaga medis.
Tim investigasi gabungan terdiri dari Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten NTT, dan Konsil Kesehatan Indonesia. Mereka bertugas melakukan pendampingan terhadap korban, koordinasi dengan pemangku kepentingan, serta memastikan proses berjalan profesional, objektif, dan transparan.
Dokter Icha ditemukan meninggal di kediamannya pada Sabtu, 13 Juni. Dokter berusia 27 tahun itu diduga mengalami depresi akibat intimidasi oleh tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai Kebangkitan Bangsa saat menjalankan tugas di IGD Rumah Sakit Leona Kefamenanu.
Artikel Terkait
Puan Desak Tuntas Kasus Intimidasi yang Berujung Bunuh Diri Dokter Icha
Kemenkes Turunkan Tim Investigasi Kematian Dokter Icha, Usut Dugaan Intimidasi
PDIP Ancam Sanksi Kader Terbukti Intimidasi Dokter Icha
Gubernur NTT Desak Pengusutan Tuntas Kasus Kematian Dokter Icha