Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus kematian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang dikenal sebagai Dokter Icha. Dokter perempuan itu ditemukan meninggal akibat bunuh diri, diduga depresi setelah mengalami intimidasi dari tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara.
Tiga anggota dewan yang disebut terlibat adalah Veronika Lake dari PDIP, Norbertus Bani dari PKB, dan Thrensius Lazakar dari Golkar. "Siapa pun yang terlibat dalam kasus ini harus bertanggung jawab," tegas Laka Lena, Minggu (28/6/2026).
Laka Lena mengaku telah menyimak pernyataan Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, yang menyatakan kasus kematian Dokter Icha tengah dalam penyelidikan. Ia meminta proses hukum berjalan baik hingga terang benderang. Tak hanya itu, Laka Lena juga berkomitmen mengawal kasus ini secara transparan dan sesuai ketentuan.
Menurut Laka Lena, penyidik akan mendalami kemungkinan adanya pihak lain selain ketiga anggota DPRD TTU yang turut terlibat, berdasarkan keterangan saksi. "Undang-Undang Kesehatan sudah jelas memberikan perlindungan kepada tenaga medis dan nakes. Jika mereka bekerja sesuai SOP, mereka tidak boleh diintimidasi ataupun mengalami kekerasan. Siapa pun yang melakukan hal tersebut dapat dikenai sanksi pidana," ujarnya.
Artikel Terkait
Keluarga Dokter Icha Laporkan Tiga Anggota DPRD TTU ke Badan Kehormatan
Keluarga Dokter Icha Tantang Terlapor Jalani Sumpah Adat
Keluarga Dokter Icha Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Empat Orang ke Polda NTT
Ketua DPRD TTU Diperiksa Polisi, Ungkap Pengakuan Dokter Icha soal Tekanan dan Percobaan Bunuh Diri