Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah tuduhan bahwa pemerintah melarang ekspor batu bara. Ia menegaskan, kebijakan yang diambil hanyalah memprioritaskan pasokan batu bara kalori tinggi untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero).
“Saya katakan bahwa kita prioritaskan kebutuhan yang high kalori itu untuk PLN, siapa yang bilang melarang?” ujarnya kepada awak media di kompleks parlemen, Senin (29/6).
Pekan lalu, Bahlil mengakui pemerintah sempat mengalihkan beberapa kapal kargo pengangkut batu bara kalori tinggi yang sedianya akan diekspor, untuk diprioritaskan bagi pembangkit dalam negeri. “Ada beberapa kapal yang harusnya kita ekspor kita prioritaskan dulu di dalam negeri itu maksudnya,” tuturnya.
Sebelumnya, Bahlil menyatakan pasokan batu bara sudah aman setelah produsen batu bara dilarang mengekspor sementara, sehingga pasokan bisa dialihkan ke pembangkit yang kekurangan. “Sekarang kan sudah jalan normal ini, dari beberapa yang harus ekspor keluar kita tahan, kebutuhan dalam negeri dulu,” ungkapnya dalam acara CNBC Energy Forum 2026, dikutip Minggu (28/6).
Ia menjelaskan, penghentian ekspor itu bertujuan mengamankan pasokan domestik, terutama untuk pembangkit listrik, di tengah isu pemadaman bergilir di Pulau Jawa. “Saya 2 minggu terakhir ini sudah jadi Project Manager PLN. Saya sudah ngomong sama Pak Dirut PLN, saya jadi Project Manager kau kalau begini. Nah karena seperti itu, maka atas arahan Bapak Presiden kami tidak pengin kejadian ini terulang lagi,” tegasnya.
Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, ekspor batu bara ditahan sementara untuk mengamankan ketersediaan batu bara dengan nilai kalori yang disyaratkan bagi pembangkit listrik PLN. Hingga saat ini, sekitar 141 juta metrik ton (MT) batu bara telah diamankan, dari total kebutuhan tahunan sebesar 154 juta MT.
Artikel Terkait
Penjualan Properti Turun, Laba Bersih BSDE Terkoreksi 9% di Kuartal I-2026
Industri Keramik Sambut Penurunan Harga LNG dan Tambahan Alokasi Gas Murah
Pemerintah Kembalikan Dana Rp281 Triliun ke Perbankan, Siapkan Tambahan Rp100 Triliun
BRI Jazz Gunung 2026 Hadir di Bromo, Tawarkan Pengalaman Musik dan Alam