Populasi Miliarder Singapura Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat dalam Lima Tahun, Diproyeksikan Tembus 85 Orang pada 2031

- Kamis, 07 Mei 2026 | 13:45 WIB
Populasi Miliarder Singapura Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat dalam Lima Tahun, Diproyeksikan Tembus 85 Orang pada 2031

Laju pertumbuhan populasi miliarder di kawasan Asia Pasifik diproyeksikan terus mengalami peningkatan, dengan Singapura mencatat lonjakan signifikan hingga lebih dari dua kali lipat hanya dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Berdasarkan rilis firma konsultan Knight Frank yang dirujuk oleh media Vietnam, VnExpress, pada Kamis (7/5), Singapura kini menjadi rumah bagi 63 miliarder. Angka ini melonjak tajam dibandingkan catatan pada 2021 yang hanya sebanyak 28 konglomerat. Peningkatan populasi kelompok tajir di Negeri Singa ini berjalan seiring dengan gelombang akumulasi kekayaan yang kian masif di seluruh Asia Pasifik.

Saat ini, kawasan Asia Pasifik mendominasi peta kekayaan global dengan menyumbang 35,9 persen dari total miliarder dunia, atau setara dengan 1.116 individu. Knight Frank memproyeksikan rasio tersebut akan terus menguat hingga mencapai 37,5 persen pada 2031. Pada periode yang sama, jumlah miliarder di Singapura diperkirakan akan menanjak 35 persen menjadi 85 orang. Tren serupa juga diproyeksikan terjadi di sejumlah negara Asia Tenggara lainnya.

Dalam kacamata perbandingan regional, Indonesia diproyeksikan akan mencetak 49 miliarder pada 2031, meningkat signifikan dari 33 orang saat ini. Laporan yang sama juga mengestimasikan lonjakan jumlah miliarder di Filipina menjadi 26 individu dari sebelumnya 16, sementara Malaysia diprediksi tumbuh menjadi 18 konglomerat dari posisi saat ini sebanyak 13 orang.

Asia Tenggara disebut-sebut menjadi episentrum pertumbuhan kekayaan paling cepat di dunia. CEO Knight Frank Singapura, Galven Tan, menyoroti fenomena ini dalam publikasi The Business Times. Hal tersebut tercermin dari data populasi Ultra High Net Worth (UHNW) atau individu superkaya dengan aset minimal 30 juta dolar AS di Singapura. Kelompok elite ini melonjak 54,5 persen menjadi 7.171 individu pada 2026, dari sebelumnya 4.642 individu pada 2021.

Menjelang 2031, Knight Frank memproyeksikan populasi kelompok elite ini akan terus bertambah hingga menembus 10.495 individu. Pada periode yang sama, jumlah miliarder diestimasikan bakal menyentuh angka 85 orang. Laporan tersebut turut menegaskan bahwa tren eksponensial ini menempatkan Singapura ke dalam jajaran 10 besar pasar global untuk proyeksi pertumbuhan UHNW dalam lima tahun ke depan.

"Sebagai negara kecil dengan luas wilayah geografis hanya 736,3 km persegi pada 2025, laju ekspansi ini secara tidak proporsional melampaui laju ekspansi di banyak pasar negara maju yang lebih besar dan lebih matang," kata Galven. Dinamika tersebut kian mengukuhkan status Singapura sebagai salah satu pasar UHNW dengan konsentrasi terpadat di dunia.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar