Roblox Pasang Teknologi Deteksi Usia, Ini Respons Pemerintah

- Kamis, 20 November 2025 | 12:00 WIB
Roblox Pasang Teknologi Deteksi Usia, Ini Respons Pemerintah
Update Komitmen Roblox

Platform gim Roblox dikabarkan telah menyatakan komitmennya untuk mematuhi aturan perlindungan anak di ruang digital. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Dalam acara Festival Hari Anak Sedunia di Hotel Lumire, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (20/11), Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa Roblox kini tengah menyiapkan teknologi kamera untuk mendeteksi usia pengguna. “Kami baru saja diberi informasi bahwa Roblox sekarang sudah memasang kamera yang bisa menentukan usia anak,” ujarnya. Menurut Meutya, langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian platform terhadap regulasi baru yang digaungkan pemerintah.

Ia menambahkan, “Jadi baru saja hari ini kita juga melihat upaya-upaya yang dilakukan, dan kami yakin platform-platform terkhusus platform-platform besar, akan mematuhi aturan ini.”

Di sisi lain, Meutya menekankan bahwa pemerintah tidak ingin upaya ini sekadar formalitas. Teknologi tersebut diharapkan benar-benar berfungsi untuk melindungi anak, termasuk dalam mendukung Peraturan Pemerintah (PP) Tunas yang sedang digalakkan. “Jadi ini yang kita berikan waktu kepada platform-platform untuk memperbaiki teknologinya supaya betul-betul bisa mendeteksi,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa kepatuhan platform digital semacam ini merupakan bentuk respons terhadap tuntutan masyarakat. “Komitmen yang baru saya lihat tertulis dari Roblox, dan nanti akan disusul oleh yang lain-lain. Mudah-mudahan ini betul-betul bukan basa-basi,” harap Meutya.

Sementara itu, Alexander Sabar, Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi, memberikan penjelasan lebih rinci. Menurutnya, teknologi kamera yang diminta pemerintah bertujuan agar Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dapat mendeteksi usia pengguna sesuai dengan sistem rating gim yang berlaku di Indonesia. “Itu kan yang kita minta kepada para PSE untuk mengembangkan teknologi bagaimana mereka bisa mendeteksi user mereka,” jelas Alexander.

Namun begitu, Komdigi masih harus meninjau lebih lanjut mekanisme teknologi ini. Khususnya menyangkut keamanan data pribadi pengguna anak. “Kita akan melihat seperti apa karena kan ada risiko juga terhadap perlindungan data pribadi. Jadi kita perlu melihat lagi seperti apa teknologi yang disampaikan oleh PSE tersebut,” tuturnya.

Pihaknya juga mengantisipasi potensi penyalahgunaan teknologi. Misalnya, penggunaan wajah teman atau orang dewasa untuk mengakali sistem deteksi usia. “Apakah hanya sekadar untuk mendeteksi setelah itu datanya tidak disimpan atau seperti apa, itu yang mekanismenya yang belum kita lihat,” ujar Alexander.

Meski belum diterapkan sepenuhnya, Alexander menegaskan bahwa Roblox telah menyampaikan komitmen mereka kepada pemerintah. “Mereka sudah menyampaikan komitmennya,” tandasnya. Harapannya, langkah ini bisa menjadi awal yang baik bagi platform lain untuk turut memperkuat sistem perlindungan anak di dunia digital.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar