Platform gim Roblox dikabarkan telah menyatakan komitmennya untuk mematuhi aturan perlindungan anak di ruang digital. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Dalam acara Festival Hari Anak Sedunia di Hotel Lumire, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (20/11), Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa Roblox kini tengah menyiapkan teknologi kamera untuk mendeteksi usia pengguna. “Kami baru saja diberi informasi bahwa Roblox sekarang sudah memasang kamera yang bisa menentukan usia anak,” ujarnya. Menurut Meutya, langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian platform terhadap regulasi baru yang digaungkan pemerintah.
Ia menambahkan, “Jadi baru saja hari ini kita juga melihat upaya-upaya yang dilakukan, dan kami yakin platform-platform terkhusus platform-platform besar, akan mematuhi aturan ini.”
Di sisi lain, Meutya menekankan bahwa pemerintah tidak ingin upaya ini sekadar formalitas. Teknologi tersebut diharapkan benar-benar berfungsi untuk melindungi anak, termasuk dalam mendukung Peraturan Pemerintah (PP) Tunas yang sedang digalakkan. “Jadi ini yang kita berikan waktu kepada platform-platform untuk memperbaiki teknologinya supaya betul-betul bisa mendeteksi,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa kepatuhan platform digital semacam ini merupakan bentuk respons terhadap tuntutan masyarakat. “Komitmen yang baru saya lihat tertulis dari Roblox, dan nanti akan disusul oleh yang lain-lain. Mudah-mudahan ini betul-betul bukan basa-basi,” harap Meutya.
Artikel Terkait
Menjaga Marwah Bangsa: Ketika Keluhuran Batin Menjadi Fondasi Negara
Jalan Tol Menuju IKN Ambruk, Diduga Akibat Hujan Deras dan Pergerakan Tanah
Dunia Waspada: Langkah Trump ke Venezuela Buka Luka Lama Pengaruh Global AS
Trump Beri Ultimatum ke Kuba: Buat Kesepakatan, atau Hadapi Konsekuensi