Pendaftaran untuk Program Inkubasi IKM 2026 di Jawa Barat resmi dibuka. Pemerintah provinsi, bekerja sama dengan sejumlah akademisi, punya target jelas: menyiapkan industri kecil menengah lokal agar tak cuma bertahan, tapi juga sanggup bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun global.
Menurut Kepala Disperindag Jabar, Nining Yuliastiani, ada sekitar 200 slot yang disediakan untuk pelaku IKM terpilih. “Kami ingin IKM di Jabar tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan mampu mengakses pasar yang lebih luas,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (2/3/2026).
“Melalui kerja sama dengan STP UI, kami berharap IKM dapat terfasilitasi secara lebih terstruktur, baik dalam hal standardisasi, sertifikasi, hingga kesiapan ekspor.”
Nining tak menampik bahwa tantangan yang dihadapi IKM di Jabar masih banyak. Mulai dari kesenjangan kualitas produk, sumber daya yang terbatas, sampai daya saing yang kerap kewalahan menghadapi produk impor. Karena itu, menurutnya, sekadar promosi saja tidak cukup.
“Produk IKM harus bisa masuk dalam rantai pasok industri dan menjadi bagian dari value chain lokal yang mampu menggantikan bahan impor,” tegas Nining.
Artikel Terkait
Harga Emas Melonjak Tajam Imbas Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
Gubernur Jateng Tinjau Gerakan Pangan Murah di Grobogan Jelang Lebaran 2026
Menko Pangan Tegaskan Impor Beras AS 1.000 Ton Hanya untuk Kebutuhan Khusus
Dua Pekerja Gondola Terjebak Badai di Surabaya, Satu Tewas