Jakarta – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk memperbaiki layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Kali ini, fokusnya ada pada pemutakhiran data Peserta Penerima Bantuan Iuran JKN. Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan dianggap sebagai momentum krusial. Tujuannya jelas: memastikan bantuan itu benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.
Menurut Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, upaya memperbarui data ini adalah bagian dari kerja panjang pemerintah. Kerja untuk meningkatkan akurasi data dan, pada akhirnya, kualitas pelayanan kesehatan nasional.
"Pemutakhiran data PBI JKN ini menjadi momentum, terutama bagi jajaran direksi baru, agar kegiatan rutin pemutakhiran data semakin akurat dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat miskin," jelas Muhaimin.
Ia menambahkan, "Masyarakat tidak perlu takut berobat karena negara hadir melayani secara tepat."
Pernyataan itu disampaikannya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Artikel Terkait
Pemprov DKI Godok Koneksi MRT dan KRL Listrik untuk Revitalisasi Kota Tua
Wamendagri: Dai dan Ulama Diharapkan Jadi Penggerak Sosial di Wilayah Perbatasan
BPK Mulai Audit LKPD Bangka Belitung, Fokus pada Belanja Barang dan Proyek
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Petral, Diduga Picu Kenaikan Harga BBM