Sabtu malam di Teheran tak seperti biasanya. Suara sirene dan dentuman keras mengoyak langit, menandai eskalasi militer yang tiba-tiba dari Amerika Serikat dan Israel. Dalam serangan rudal yang mengguncang ibu kota Iran itu, media pemerintah setempat melaporkan sebuah kabar mengejutkan: mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad dinyatakan tewas.
Ia bukan satu-satunya korban. Menurut laporan singkat kantor berita resmi Iran, Ahmadinejad meninggal bersama beberapa rekan yang berada di lokasi. Meski rincian lengkapnya masih ditunggu, sejumlah media yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sudah mengonfirmasi hal serupa. Tiga anggota tim pengamanan sang mantan presiden juga ikut menjadi korban dalam serangan malam itu.
Di sisi lain, dari kubu Israel, pernyataan resmi justru terdengar lebih gamblang. Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Effie Defrin, pada Minggu menyatakan bahwa serangan pembuka dalam operasi ini berhasil menewaskan 40 komandan senior Iran hanya dalam waktu satu menit.
“Serangan pembuka kami berhasil menetralisir 40 komandan senior Iran dalam satu menit,” ujar Defrin.
Pernyataan itu seolah memberi sinyal. Militer Israel tampaknya sedang mengubah strategi, dengan ancaman akan meningkatkan intensitas serangan, khususnya terhadap fasilitas nuklir Iran. Situasinya makin panas, dan langkah ini jelas bakal memicu ketegangan yang lebih dalam.
Namun begitu, kabar duka ini sebenarnya datang beruntun. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Sabtu (28/2/2026), saluran televisi pemerintah Iran sudah lebih dulu mengonfirmasi meninggalnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Ia wafat setelah serangan udara AS dan Israel menghantam Teheran dan sejumlah kota lain. Jadi, dalam hitungan hari, Iran kehilangan dua figur sentralnya: pemimpin tertinggi dan mantan presiden yang pernah jadi wajah kontroversial negeri itu di panggung dunia.
Atmosfer di Iran kini pasti berat. Duka dan kemarahan bercampur, sementara ancaman serangan lanjutan masih menggantung. Apa yang terjadi selanjutnya? Semua mata tertuju pada langkah berikutnya dari kedua belah pihak.
Artikel Terkait
Gamis dan Abaya Dominasi Kiriman Barang Jamaah Haji, Fasilitas Bea Cukai Belanja Maksimal
Kemenhub Godok Aturan Integrasi Tarif dan Tiket Transportasi Multimoda
Dubes Iran Bantah Klaim Trump Soal Pembukaan Selat Hormuz
Ketua Ombudsman RI Ditahan Usai Ditahan Terkait Suap Rp1,5 Miliar dari Perusahaan Tambang