Trump Tegaskan Tak Akan Cairkan Aset Iran Sebelum Ada Kesepakatan

- Senin, 08 Juni 2026 | 00:15 WIB
Trump Tegaskan Tak Akan Cairkan Aset Iran Sebelum Ada Kesepakatan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mencairkan aset Iran yang dibekukan sebelum mencapai kesepakatan dengan Teheran. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi NBC yang direkam pada Jumat lalu.

Ketika ditanya apakah ia bersedia mencairkan aset Iran atau mencabut sebagian sanksi sebagai bagian dari potensi kesepakatan, Trump menjawab singkat, "Tidak." Ia kemudian menjelaskan bahwa pencairan aset baru akan dilakukan setelah kesepakatan tercapai. "Jika mereka berperilaku baik, jika mereka melakukan pekerjaan dengan baik, kita akan mulai berbicara," ujarnya.

Selama ini, Iran terus mendesak Amerika Serikat agar mencairkan miliaran aset yang telah dibekukan. Tuntutan tersebut menjadi salah satu isu utama dalam ketegangan antara kedua negara.

Sementara itu, menurut sumber yang dekat dengan masalah ini, Departemen Keuangan AS tengah mempertimbangkan kemungkinan penggunaan aset Iran untuk memberikan kompensasi kepada negara-negara Teluk atas kerusakan yang disebabkan oleh serangan Iran. Langkah itu dinilai sebagai salah satu opsi yang dapat ditempuh jika negosiasi berjalan.

Di sisi lain, Trump kembali menegaskan bahwa ia mengetahui secara pasti lokasi uranium yang diperkaya milik Iran dan ingin mengambilnya dengan cara apa pun. Namun, ia masih belum memberikan kejelasan apakah akan mengirim pasukan AS untuk melaksanakan misi tersebut. "Jika kita mencapai kesepakatan, jika kita mencapai kesepakatan sekarang karena kita bersahabat, kita semua akan bekerja sama untuk mengambil kembali uranium ini. Kita akan mengambilnya dan menghancurkannya," katanya.

Nasib uranium yang diperkaya menjadi salah satu poin tersulit dalam upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ketidakjelasan mengenai langkah militer maupun diplomatik masih menyelimuti proses negosiasi yang berlangsung hingga saat ini.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar