BEIRUT - Israel dilaporkan melakukan serangan drone yang menargetkan kantor Hamas di Beirut, Lebanon. Dalam serangan itu, Saleh Al-Arouri, wakil ketua Hamas, tewas bersama enam orang lainnya.
Pihak Hamas menyebut serangan tersebut sebagai 'pembunuhan pengecut' dan menangguhkan pembicaraan tentang gencatan senjata di Jalur Gaza serta kesepakatan penyanderaan dengan Israel.
Keputusan Hamas ini diumumkan setelah Saleh Al-Arouri, pemimpin senior Hamas, tewas dalam serangan drone Israel.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka Hadiri Panggilan Bawaslu Terkait Pembagian Susu di CFD Jakarta
Kematian Al-Arouri juga dibenarkan oleh Hamas dan dua komandan sayap militernya, Brigade Al-Qassam.
Serangan tersebut menambah ketegangan di kawasan tersebut dan memicu reaksi keras dari pihak Hamas.
Pernyataan resmi Hamas menyatakan bahwa tindakan Israel merupakan upaya untuk mematahkan semangat perlawanan mereka, namun, Hamas bersikeras bahwa mereka tidak akan goyah.
Artikel Terkait
AS Akhirnya Meringkus Dua Kapal Tanker Armada Bayangan Venezuela
Rapat Rahasia di Doha: Kepingan Rencana Transisi Venezuela Tanpa Maduro
Iran Siaga Penuh, Israel Kirim Pesan Rahasia: Ketegangan yang Tak Kunjung Reda
Pesan Rahasia Trump ke CEO Minyak: Bersiaplah Sebelum Serangan ke Venezuela