Kematian Bos Kartel El Mencho Picu Gelombang Kekerasan di Meksiko

- Selasa, 24 Februari 2026 | 07:00 WIB
Kematian Bos Kartel El Mencho Picu Gelombang Kekerasan di Meksiko

Meksiko kembali bergejolak. Pemicunya adalah kabar tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes, atau "El Mencho", bos kartel paling berbahaya dan paling dicari. Kematian sang pemimpin Cartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG) ini langsung memicu gelombang kekerasan yang masif dan brutal di berbagai penjuru.

Menurut informasi yang beredar, Oseguera awalnya terluka dalam baku tembak sengit dengan pasukan militer di daerah Tapalpa. Ia sempat dievakuasi menggunakan helikopter menuju Mexico City untuk mendapatkan perawatan darurat. Namun, nyawanya tak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dalam perjalanan.

Reaksinya cepat dan penuh teror. Hanya dalam hitungan jam, kelompok-kelompok bersenjata diduga kaki tangan CJNG memblokir jalan-jalan raya di puluhan negara bagian. Mereka membakar truk, mobil, bahkan bangunan komersial. Suasana mencekam langsung menyergap. Aktivitas publik di banyak kota lumpuh total.

Menteri Keamanan, Omar Garcia Harfuch, memberikan konfirmasi yang suram.

“Kami mencatat sedikitnya 25 personel keamanan gugur, termasuk anggota Garda Nasional, dalam berbagai bentrokan ini,” ujarnya.

Di sisi lain, korban juga berjatuhan dari pihak kartel. Sekitar 30 orang yang diduga anggota sindikat kriminal tewas, dengan 70 lainnya berhasil ditangkap aparat yang tersebar di tujuh negara bagian.

Sementara itu, dari sisi militer, Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla mengungkap detail operasi pengejaran yang berakhir tragis bagi El Mencho.

“Delapan tersangka tewas dalam operasi khusus yang kami jalankan. Tiga prajurit kami menderita luka-luka,” jelas Trevilla.

Sebelum akhir hayatnya, Oseguera adalah buronan kelas kakap. Kepalanya dihargai 15 juta dolar AS oleh pemerintah. Kini, kematiannya justru membuka kotak pandora.

Dampaknya terasa sangat luas dan personal. Warga mengurung diri di rumah, ketakutan. Para wisatawan terutama di kawasan pesisir seperti Puerto Vallarta berlindung di dalam hotel dan resor, menunggu situasi reda. Di Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco, kehidupan kota mati suri. Hampir semua tempat tutup: sekolah, pertokoan, apotek, hingga pom bensin. Layanan transportasi umum berhenti total, acara-acara publik pun dibatalkan.

Menanggapi kekacauan ini, pemerintah pusat tak tinggal diam. Mereka mengerahkan sekitar 2.500 personel tambahan ke Jalisco untuk mencoba menguasai keadaan. Tekanan semakin besar mengingat wilayah ini akan menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia dalam waktu dekat. Situasi keamanan yang meledak ini jelas menjadi perhatian dunia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar