Kesal karena ditegur itulah alasan sementara yang mendorong selebgram Mohamad Irman Ali, yang akrab disapa Woodyrman, menganiaya seorang pria asal Brunei Darussalam di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (6/5) dini hari itu kini tengah dalam penanganan aparat kepolisian.
Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra, mengungkapkan bahwa pelaku mengaku kesal setelah ditegur oleh korban. Namun, hingga saat ini belum dirinci secara jelas apa yang memicu kekesalan tersebut. “Nanti lengkapnya saat press rilis saja,” ujar Dimitri saat dikonfirmasi pada Rabu (27/5/2026).
Polisi berencana membeberkan kronologi dan motif secara lebih terperinci dalam konferensi pers yang akan digelar dalam waktu dekat. “Nanti selengkapnya kami sampaikan saat konferensi pers,” imbuhnya.
Sementara itu, dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa korban dan pelaku saling mengenal. Keduanya merupakan warga negara Brunei Darussalam dan telah menjalin pertemanan sebelumnya. “Teman, sama-sama kenal. Korban dan pelaku sama-sama saling kenal,” kata Dimitri.
Di sisi lain, polisi juga mengungkapkan bahwa Woodyrman berada dalam kondisi terpengaruh minuman keras saat melakukan aksi penganiayaan tersebut. “Pelaku dalam kondisi mabuk. Kalau korban (mabuk-tidaknya) nunggu hasil rekam medis,” jelas Dimitri.
Peristiwa berawal dari percekcokan antara korban dan pelaku di area pintu masuk Blok M Hub. Dalam rekaman video yang beredar, tampak keduanya terlibat adu mulut sementara sejumlah orang berusaha melerai. Perdebatan itu kemudian berujung pada tindakan kekerasan ketika pelaku memukul korban menggunakan botol kaca hingga korban terjatuh.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, berdasarkan rekaman kamera pengawas, terduga pelaku tiba di lokasi sekitar pukul 03.28 WIB bersama rekannya menggunakan mobil. Saat turun dari kendaraan, ia membawa paper bag berwarna hitam yang diduga berisi botol kaca. “Kemudian menghampiri korban hingga terjadi adu argumentasi di area pintu masuk Blok M Hub,” ujar Budi kepada wartawan pada Selasa (26/5).
Artikel Terkait
DPR Soroti Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Konferensi Internasional Denmark, Kemendiktisaintek Lakukan Pendalaman
Bobby/Melati Tumbang di Singapore Open 2026 Usai Dua Kesalahan Krusial di Momen Kritis
Fadli Zon: Iduladha Momen Perkuat Solidaritas Sosial dan Kepedulian Sesama
Pengamat: Pemadaman Listrik Sumatra Bukan Hanya Terjadi di Indonesia, Perlu Penguatan Sistem