Suasana duka masih terasa pekat di lingkungan kedokteran kepolisian Polda Sulsel. Ini menyusul kabar meninggalnya seorang anggota muda Polri, Bripda DP. Peristiwanya terjadi di sekitar Asrama Polisi (Aspol) dan kini ramai jadi perbincangan.
Menurut sejumlah saksi, korban sempat mengeluh tak enak badan usai salat subuh. Keadaannya langsung memburuk. Ia pun dilarikan ke RSUD Daya, tapi sayangnya nyawanya tak tertolong.
Di sisi lain, keluarga justru menemukan hal yang mencurigakan. Mereka melihat ada memar dan luka di beberapa bagian tubuh almarhum. Hal itu memunculkan tanda tanya besar: apakah ada tindak kekerasan sebelum ajal menjemput?
Untuk menjawab itu, jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara. Tujuannya jelas: visum dan autopsi. Langkah ini diharap bisa mengungkap penyebab kematian secara ilmiah, tanpa bias.
Kombes Pol Zulham Effendi, Kabid Propam Polda Sulsel, angkat bicara.
"Proses pemeriksaan kami lakukan terbuka dan menyeluruh. Kalau memang ada pelanggaran, tidak akan kami tutup-tutupi," tegasnya.
Artikel Terkait
Prabowo Canangkan Pengembangan Avtur dari Sawit dan Jelantah
Dominasi 61 Tahun Golkar di Sulsel Terpatahkan, Nasdem Jadi Pemenang Pemilu 2024
Gencatan Senjata AS-Iran Goyah, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
Waterboom Grand Mall Maros Tawarkan Wahana Air Terjangkau di Dekat Makassar