Bapanas Pastikan Harga Pokok Stabil di Bogor Jelang Ramadan, Cabai Dapat Intervensi

- Minggu, 22 Februari 2026 | 02:45 WIB
Bapanas Pastikan Harga Pokok Stabil di Bogor Jelang Ramadan, Cabai Dapat Intervensi

MURIANETWORK.COM - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stabilitas harga sejumlah komoditas pokok di Pasar Gembrong, Kota Bogor, Jawa Barat, tetap terkendali. Pemantauan yang dilakukan menjelang Ramadan 1447 Hijriah ini menunjukkan harga daging sapi dan ayam masih sesuai dengan acuan pemerintah, meskipun terdapat tekanan pada harga cabai yang mendorong intervensi distribusi.

Pemantauan Menjelang Ramadan

Upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang periode meningkatnya permintaan selama Ramadan menjadi fokus pemerintah. Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyatakan bahwa pemantauan lapangan merupakan langkah proaktif untuk mengantisipasi gejolak. Hasilnya, hingga saat ini tidak terpantau lonjakan harga yang signifikan untuk komoditas utama.

Sarwo Edhy menjelaskan, "Hasil pemantauan lapangan menunjukkan tidak terjadi lonjakan signifikan, sementara pasokan tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat."

Kondisi Harga Komoditas Pokok

Di lapangan, harga daging sapi tercatat stabil di angka Rp140.000 per kilogram, masih dalam rentang Harga Acuan Penjualan (HAP). Sementara itu, harga daging ayam ras bertahan di kisaran Rp40.000 per kilogram dengan stok yang tercukupi. Untuk telur ayam ras, harganya berada sedikit di atas acuan, yakni Rp31.000 per kilogram.

Komoditas lain seperti beras juga menunjukkan tren stabil. Beras premium dijual antara Rp14.600 hingga Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras medium di angka Rp13.400–Rp13.500 per kilogram. Harga gula curah dan bawang putih pun masih sesuai dengan rentang yang ditetapkan pemerintah.

Tantangan dan Intervensi Harga Cabai

Meski mayoritas harga terkendali, tekanan justru muncul pada komoditas cabai. Cabai merah keriting mencapai sekitar Rp60.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah bahkan menyentuh Rp100.000–Rp120.000 per kilogram. Lonjakan ini mendorong pemerintah untuk mengambil langkah intervensi melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar