Penelitian Ungkap Mayoritas Penerima Beasiswa Luar Negeri Pilih Pulang ke Indonesia

- Minggu, 22 Februari 2026 | 03:50 WIB
Penelitian Ungkap Mayoritas Penerima Beasiswa Luar Negeri Pilih Pulang ke Indonesia
Kontroversi Beasiswa dan Cinta Tanah Air

Heboh di media sosial bermula dari seorang perempuan penerima beasiswa LPDP, berinisial DS. Ia memamerkan status anaknya sebagai warga negara Inggris dan menyatakan, "cukup saya WNI, anak jangan." Ungkapan itu langsung memicu gelombang kritik dan perdebatan panjang.

Di tengah riuhnya kontroversi, Prof. Nizam, mantan Plt Dirjen Dikti Kemendikbud, angkat bicara. Ia mengajak publik melihat persoalan ini dari sudut pandang yang lebih luas. Menurutnya, kesempatan menimba ilmu di luar negeri adalah sebuah anugerah yang patut disyukuri.

Nizam lalu merujuk pada sebuah penelitian menarik dari Amerika Serikat. Riset itu mengamati perilaku mahasiswa asing yang belajar di sana, termasuk dari Indonesia. Tujuannya sederhana: mencari tahu berapa banyak dari mereka yang akhirnya memilih untuk tidak pulang ke negara asal.

"Penelitian itu juga mengaitkannya dengan perbedaan GDP negara asal dengan AS," kata Prof Nizam, Minggu (22/2/2026).

Logikanya, kata dia, mahasiswa yang tidak kembali seringkali termotivasi oleh peluang ekonomi yang lebih baik atau ingin keluar dari kemiskinan di tanah kelahirannya.

Nah, di sinilah hasilnya cukup mengejutkan. Ternyata, meski kesenjangan GDP per kapita Indonesia-AS sangat lebar, justru WNI-lah yang paling banyak memutuskan untuk pulang kampung. Angkanya bahkan mengalahkan negara-negara yang warganya lebih memilih menetap di Amerika.

Lebih dari sekadar angka, penelitian tersebut mengungkap sesuatu yang lebih dalam. Selain paling banyak kembali, orang Indonesia juga menunjukkan tingkat kecintaan pada tanah air yang sangat tinggi. Mungkin yang tertinggi dibandingkan warga bangsa lain.

"Ini menunjukkan sesuatu yang fundamental tentang karakter kita," imbuh Nizam.

Jadi, di balik satu kasus viral yang memicu amarah, ada data yang justru bercerita sebaliknya. Mayoritas anak bangsa yang diberi kesempatan belajar ke luar negeri, ternyata memilih untuk pulang dan membangun Indonesia. Fakta itu, setidaknya, memberi sedikit pencerahan di tengah hiruk-pikuk yang terjadi.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar