MURIANETWORK.COM - Hampir dua puluh ribu keluarga di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menghadapi bulan suci Ramadhan di tengah kondisi darurat banjir. Bencana yang dipicu hujan deras sepanjang Kamis (19/2/2026) malam itu telah memaksa ratusan jiwa mengungsi dan merendam ribuan hektare lahan pertanian. Hingga Jumat malam, tim gabungan masih berjibaku melakukan pendataan, evakuasi, dan penyaluran bantuan logistik ke lokasi-lokasi terdampak.
Dampak Luas dan Titik Rawan
Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, banjir telah meluas ke 75 titik di berbagai kecamatan. Dari total 19.408 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, sebanyak 94 KK atau setara dengan 376 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka. Genangan air tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga memutus akses jalan di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengonfirmasi bahwa pendataan masih terus berlangsung di tengah kondisi lapangan yang dinamis. "Tadi siang jumlah KK terdampak mencapai 17 ribu lebih, namun malam ini banjir meluas hingga berdampak pada 19 ribu lebih KK," jelasnya dari Cikarang, Jumat malam.
Kondisi di Beberapa Kecamatan Episentrum
Wilayah Kecamatan Babelan dan Tambun Utara menjadi salah satu yang paling parah terdampak. Di Babelan, genangan setinggi 20-40 centimeter melanda beberapa desa, sementara di Kelurahan Kebalen dilaporkan terjadi longsor di dua titik permukiman. Situasi di Tambun Utara tampak lebih kompleks, dengan ketinggian air bervariasi dari 30 cm hingga satu meter. Selain banjir, angin puting beliung juga menerjang Desa Srimukti di kecamatan ini.
Di Cikarang Utara, kondisi bahkan lebih mengkhawatirkan. "Di wilayah ini, banjir tercatat paling parah dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 170 cm," ungkap Muchlis. Genangan setinggi orang dewasa itu merendam Desa Tanjungsari dan Karangraharja, memutus akses jalan dan memaksa warga mencari tempat aman.
Ancaman Longsor dan Lahan Pertanian
Selain genangan air, ancaman tanah longsor juga menghantui beberapa wilayah, terutama di daerah selatan. Longsor dilaporkan terjadi di tebing dan lereng permukiman di sejumlah desa, meski hingga saat ini belum ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, dampak ekonomi mulai terlihat dengan terendamnya lahan pertanian seluas lebih dari seribu hektare.
"Total pengungsi mencapai 376 jiwa. Selain permukiman, 1.026 hektare lahan pertanian dilaporkan terdampak banjir, berpotensi mengganggu produksi pangan lokal," tegas Muchlis. Hal ini dikhawatirkan dapat memengaruhi ketahanan pangan masyarakat lokal dalam beberapa waktu ke depan.
Penanganan dan Fokus pada Kelompok Rentan
Di tengah situasi yang masih terus berkembang, fokus utama tim penanggulangan bencana adalah keselamatan warga, khususnya kelompok rentan. Tiga titik pengungsian telah didirikan, termasuk di Kantor Kecamatan Tambun Utara dan dua lokasi di Desa Karangraharja. Upaya tanggap darurat melibatkan gabungan unsur dari BPBD Provinsi, TNI, Polri, hingga relawan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menyatakan bahwa timnya terus melakukan asesmen cepat. "Debit air di beberapa titik masih fluktuatif. Kami menyiagakan personel 24 jam untuk memantau perkembangan, terutama di wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai dan tanggul," ujarnya.
Logistik di Tengah Bulan Puasa
Memasuki bulan Ramadhan, tantangan penanganan bertambah dengan kebutuhan logistik yang spesifik. Pihak BPBD memastikan bahwa distribusi bantuan telah difokuskan pada kebutuhan dasar, termasuk makanan siap saji untuk sahur dan berbuka puasa, air bersih, serta perlengkapan khusus untuk bayi dan lansia.
"Selama Ramadhan, kami pastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi. Dapur umum sudah diaktifkan di titik pengungsian, dan kami berkoordinasi dengan lintas sektor agar suplai logistik tidak terputus," kata Dodi Supriadi. Koordinasi yang ketat dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran di tengah kondisi darurat yang bertepatan dengan bulan penuh berkah ini.
Artikel Terkait
Pemerintah Buka Peluang Impor Etanol untuk Dukung Program Bahan Bakar Bersih
LPDP Tegur Alumni yang Viral Ucapkan Cukup Aku Saja yang WNI
Transaksi QRIS di Sulsel Tembus Rp19 Triliun, Mayoritas Didominasi UMKM
Ramadan Pacu Omzet Pedagang Takjil, Naik Hingga Dua Kali Lipat