Banjir Bekasi Rendam 19 Ribu KK dan Seribu Hektar Lahan di Awal Ramadhan

- Jumat, 20 Februari 2026 | 23:50 WIB
Banjir Bekasi Rendam 19 Ribu KK dan Seribu Hektar Lahan di Awal Ramadhan

MURIANETWORK.COM - Hampir dua puluh ribu keluarga di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menghadapi bulan suci Ramadhan di tengah kondisi darurat banjir. Bencana yang dipicu hujan deras sepanjang Kamis (19/2/2026) malam itu telah memaksa ratusan jiwa mengungsi dan merendam ribuan hektare lahan pertanian. Hingga Jumat malam, tim gabungan masih berjibaku melakukan pendataan, evakuasi, dan penyaluran bantuan logistik ke lokasi-lokasi terdampak.

Dampak Luas dan Titik Rawan

Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, banjir telah meluas ke 75 titik di berbagai kecamatan. Dari total 19.408 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak, sebanyak 94 KK atau setara dengan 376 jiwa terpaksa meninggalkan rumah mereka. Genangan air tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga memutus akses jalan di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengonfirmasi bahwa pendataan masih terus berlangsung di tengah kondisi lapangan yang dinamis. "Tadi siang jumlah KK terdampak mencapai 17 ribu lebih, namun malam ini banjir meluas hingga berdampak pada 19 ribu lebih KK," jelasnya dari Cikarang, Jumat malam.

Kondisi di Beberapa Kecamatan Episentrum

Wilayah Kecamatan Babelan dan Tambun Utara menjadi salah satu yang paling parah terdampak. Di Babelan, genangan setinggi 20-40 centimeter melanda beberapa desa, sementara di Kelurahan Kebalen dilaporkan terjadi longsor di dua titik permukiman. Situasi di Tambun Utara tampak lebih kompleks, dengan ketinggian air bervariasi dari 30 cm hingga satu meter. Selain banjir, angin puting beliung juga menerjang Desa Srimukti di kecamatan ini.

Di Cikarang Utara, kondisi bahkan lebih mengkhawatirkan. "Di wilayah ini, banjir tercatat paling parah dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 170 cm," ungkap Muchlis. Genangan setinggi orang dewasa itu merendam Desa Tanjungsari dan Karangraharja, memutus akses jalan dan memaksa warga mencari tempat aman.

Ancaman Longsor dan Lahan Pertanian

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar