MURIANETWORK.COM - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa memulai Safari Ramadan 1447 Hijriah di Jawa dengan mengunjungi Pondok Pesantren Al Maghfirah di Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (12/3/2024). Dalam kunjungannya, politikus Partai NasDem itu menegaskan komitmennya untuk mempererat silaturahmi dengan dunia pesantren, yang dinilainya sebagai pilar penting dalam menjaga moral bangsa dan sejarah kemerdekaan Indonesia.
Bukan Sekadar Seremonial
Di hadapan para santri dan pengasuh pesantren, Saan Mustopa menekankan bahwa agenda safari ini jauh dari sekadar rutinitas seremonial tahunan. Ia menyebut kunjungan ini sebagai bentuk penghormatan nyata terhadap kontribusi pesantren. Menurutnya, peran kiai dan santri dalam perjuangan kemerdekaan serta dalam membentuk karakter generasi muda saat ini tidak ternilai harganya.
“Pesantren hadir untuk memberikan pendidikan moral agar anak-anak kita bisa membedakan mana informasi yang layak dikonsumsi dan mana yang tidak,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran Partai NasDem dalam momentum Ramadan ini dimaksudkan untuk meneguhkan semangat perubahan dan memberikan apresiasi langsung kepada lembaga pendidikan yang telah menjadi penjaga nilai-nilai luhur tersebut.
Melanjutkan Perjalanan ke Karawang
Usai dari Bekasi, rombongan safari yang dipimpin Saan Mustopa langsung bergerak menuju Pondok Pesantren Annihayah di Karawang. Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Bupati Karawang, Maslani, serta sejumlah pengurus partai dari tingkat pusat hingga daerah. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat mendominasi pertemuan di pesantren kedua ini.
Di sana, Saan kembali menyoroti tantangan di era globalisasi. Ia menggarisbawahi posisi strategis pesantren sebagai benteng bagi anak muda untuk menyaring derasnya arus informasi dengan bijak, sekaligus tempat pembentukan akhlak mulia.
Mencetak Generasi Emas
Harapan besar disematkan Saan Mustopa kepada seluruh santri. Ia berpesan agar mereka tidak hanya menimba ilmu agama, tetapi juga mempersiapkan diri untuk menjadi agen perubahan. Santri, dalam pandangannya, memiliki potensi untuk tumbuh menjadi generasi emas yang mampu membawa kemajuan nyata bagi Indonesia di masa depan.
Rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah ini direncanakan akan berlangsung selama kurang lebih 15 hari ke depan, menyisir berbagai wilayah di Pulau Jawa. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk memperkuat sinergi antara tokoh nasional, akar rumput, dan lembaga pendidikan keagamaan.
Dengan langkah ini, diharapkan pesantren tetap merasa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan berbangsa dan terus didukung perannya dalam mencetak kader-kader bangsa yang unggul dan berintegritas.
Artikel Terkait
Ahli Gizi Ingatkan Bahaya Gorengan Berlebihan Saat Buka dan Sahur
LPDP Periksa Alumni Terkait Dugaan Pelanggaran Kewajiban Kontribusi
Polisi Sita 80 Kg Sabu dan 50.000 Ekstasi di Asahan, Otak Perempuan Diburu
PMI Bermasalah dari Oman Dipulangkan, Pemerintah Telusuri Dugaan Pelanggaran Prosedur