Trump Pertanyakan Sikap Iran Meski AS Kerahkan Kekuatan Militer Signifikan

- Senin, 23 Februari 2026 | 06:00 WIB
Trump Pertanyakan Sikap Iran Meski AS Kerahkan Kekuatan Militer Signifikan

MURIANETWORK.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mempertanyakan sikap Iran yang belum juga menyerah pada tekanan AS dalam perundingan nuklir, meskipun Washington telah mengerahkan kekuatan militer yang signifikan di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan oleh utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dalam sebuah wawancara media, menyusul dua putaran negosiasi yang belum membuahkan kesepakatan antara kedua negara.

Tekanan Militer dan Pertanyaan dari Gedung Putih

Dalam beberapa pekan terakhir, ketegangan di kawasan semakin meningkat seiring dengan diperkuatnya kehadiran militer AS. Dua gugus tempur kapal induk, didukung oleh kapal perang, ratusan jet tempur, dan pesawat pendukung lainnya, telah dikerahkan. Di tengah pengerahan kekuatan ini, Presiden Trump dilaporkan merasa penasaran dengan respons Tehran.

Melalui Steve Witkoff, Trump mempertanyakan alasan Iran belum mengambil langkah yang diharapkan Washington. Witkoff berusaha hati-hati dalam memilih kata-kata untuk menggambarkan suasana hati presiden.

"Saya tidak ingin menggunakan kata 'frustrasi,' karena dia paham benar memiliki banyak alternatif, tapi dia penasaran mengapa mereka belum... Saya sebenarnya tidak ingin menggunakan kata 'menyerah,' tapi mengapa mereka belum juga menyerah," tutur Witkoff, menirukan pernyataan Trump.

Dalam kelanjutan wawancaranya, Witkoff kembali mengutip pertanyaan retoris dari atasannya. “Mengapa, di bawah tekanan ini, dengan kekuatan maritim dan angkatan laut yang ada di sana, mengapa mereka tidak datang kepada kita dan berkata, ‘Kami menyatakan tidak menginginkan senjata, jadi inilah yang siap kami lakukan’? Tapi, agak sulit untuk membuat mereka sampai pada titik itu," ujarnya.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar