Indonesia dan Italia Perkuat Kemitraan, Dagang Bilateral Tembus Rp 60 Triliun

- Jumat, 09 Januari 2026 | 19:50 WIB
Indonesia dan Italia Perkuat Kemitraan, Dagang Bilateral Tembus Rp 60 Triliun

Jakarta, Kamis lalu, menjadi lokasi pertemuan penting antara Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Menteri Luar Negeri Italia, Maria Tripodi. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas belaka. Keduanya duduk membahas langkah-langkah konkret untuk mengeratkan kemitraan strategis, dengan fokus utama pada perdagangan dan investasi.

Angka-angka perdagangan bilateral memang terlihat menggembirakan. Sepanjang tahun 2024 lalu, nilai perdagangan kedua negara menyentuh angka USD 3,9 miliar. Tren positif ini terus berlanjut. Menurut catatan sembilan bulan pertama 2025, transaksi bilateral sudah mencapai USD 3,289 miliar. Sebuah sinyal yang cukup menjanjikan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dalam keterangan tertulisnya di hari berikutnya, Jumat (9/1), Airlangga tak segan menyampaikan apresiasi.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi atas perkembangan perdagangan bilateral kedua negara, serta besarnya potensi dan berbagai capaian kerja sama pada sektor-sektor prioritas, antara lain industri, energi, pertahanan, teknologi, dan ketahanan maritim,” ujarnya.

Di sisi lain, Tripodi menegaskan posisi Indonesia yang sangat penting bagi Italia. Menurutnya, Indonesia bukan hanya mitra dagang, tetapi juga negara dengan stabilitas politik yang kuat dan potensi besar di kawasan Asia Tenggara. Hubungan diplomatik yang sudah berusia 77 tahun, katanya, harus dimanfaatkan untuk menghasilkan manfaat yang lebih nyata.

“Indonesia adalah partner ekonomi dan perdagangan penting bagi Italia. Penyusunan perjanjian kemitraan Indonesia-European Union CEPA akan membuka jalan baru yang sangat menjanjikan bagi Italia dan Indonesia,” kata Tripodi.

Pembicaraan pun merambah ke ranah yang lebih teknis. Delegasi Italia menyodorkan beberapa perusahaan berteknologi tinggi asal mereka yang siap berkontribusi. Salah satunya adalah e-GEOS, perusahaan aerospasial yang keahliannya bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mengawasi perairan nasional dari ancaman penangkapan ikan ilegal. Mereka juga punya usulan menarik: meningkatkan volume perdagangan dengan Uni Eropa melalui pemanfaatan Pelabuhan Trieste dan Genoa, terutama di tengah kondisi rantai pasok global yang masih rentan.

Nah, soal perundingan IEU CEPA ini sendiri, Italia disebut-sebut sudah lama menunjukkan komitmennya. Airlangga pun menanggapi dengan harapan.

“Kami mengharapkan dukungan Italia dalam penyelesaian proses internal di Uni Eropa,” tutur Airlangga.

Dia berharap Italia bisa aktif mendorong dukungan, baik di tingkat Uni Eropa maupun di internal negara-negara anggotanya, agar perjanjian itu bisa selesai tepat waktu. Manfaatnya, tentu saja, untuk dunia usaha dan perekonomian kedua belah pihak.

Pertemuan ini juga menjajaki peluang kolaborasi di sektor lain. Airlangga menjabarkan potensi kerja sama di industri mineral, misalnya untuk produksi stainless steel dan kabel tembaga bernilai tinggi. Dia juga menyentuh aspirasi Indonesia soal pengembangan mobil nasional dan industri pakaian, mengingat Italia punya keunggulan di bidang-bidang tersebut.

Menanggapi hal ini, Tripodi menyatakan dukungan negaranya. Proposal Indonesia, kata dia, bisa didukung baik secara langsung maupun lewat skema kerja sama dengan Uni Eropa.

Pertemuan yang berlangsung cukup intens ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Kemenko Perekonomian, seperti Sesmenko Susiwijono, Deputi Edi Prio Pambudi, Deputi Ali Murtopo Simbolon, Plt. Deputi Dida Gardera, serta Wakil Duta Besar RI untuk Roma, Tika Wihanasari.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar