Mayoritas Warga Kanada Nilai AS di Jalur yang Salah, Survei Ungkap Kekhawatiran Eksternal

- Selasa, 26 Mei 2026 | 05:45 WIB
Mayoritas Warga Kanada Nilai AS di Jalur yang Salah, Survei Ungkap Kekhawatiran Eksternal

Warga Kanada menyuarakan kekhawatiran mendalam terhadap arah kebijakan Amerika Serikat, dengan delapan dari sepuluh responden menyatakan bahwa negara tetangga di selatan itu tengah berada di jalur yang salah. Temuan ini terungkap dalam survei terbaru yang dirilis oleh Abacus Data pada Minggu (24/5), yang menunjukkan hanya 14 persen warga Kanada yang meyakini bahwa Amerika Serikat bergerak ke arah yang benar.

Sementara itu, survei yang sama mencatat bahwa 47 persen warga Kanada menilai negara mereka sendiri berada di jalur yang tepat, sedangkan 39 persen lainnya berpendapat sebaliknya. Kesenjangan antara persepsi terhadap kondisi domestik dan pandangan terhadap situasi global semakin melebar, terutama sejak Donald Trump kembali menduduki Gedung Putih dan Mark Carney menjabat sebagai perdana menteri Kanada.

David Coletto, CEO Abacus Data, menjelaskan bahwa opini publik saat ini tidak lagi semata-mata dipengaruhi oleh kejenuhan terhadap isu domestik, melainkan lebih banyak didorong oleh kecemasan eksternal. Menurutnya, meskipun warga Kanada tetap sangat khawatir terhadap keterjangkauan hidup dan ketidakpastian ekonomi, mereka kini cenderung mengaitkan tekanan tersebut dengan kekuatan dari luar negeri.

“Mereka lebih menyalahkan faktor eksternal seperti Trump, ketidakstabilan di Amerika Serikat, dan volatilitas global yang lebih luas, bukan secara langsung menyalahkan pemerintah federal,” ujar Coletto.

Di sisi lain, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah federal Kanada justru mencatatkan angka tertinggi. Sebanyak 59 persen warga menyatakan puas, sementara hanya 27 persen yang menyatakan tidak puas. Angka ini melampaui rekor sebelumnya sebesar 57 persen yang tercatat pada Agustus 2016, ketika pemerintahan Trudeau masih berkuasa.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar