Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dipastikan tidak dapat menghadiri sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (26/5/2026). Penyebabnya, Amerika Serikat tidak mengeluarkan visa bagi diplomat senior tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengonfirmasi bahwa proses pengajuan visa untuk Araghchi menemui kendala. “Kami menghadapi masalah terkait visa AS,” ujar Baghaei sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita IRNA. Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa hambatan birokrasi dari pihak Amerika Serikat menjadi penyebab utama absennya Araghchi dalam forum multilateral tersebut.
Sidang yang akan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, ini mengusung tema “Menjunjung Tinggi Tujuan dan Prinsip Piagam PBB dan Memperkuat Sistem Internasional yang Berpusat pada PBB”. China sendiri akan memegang keketuaan Dewan Keamanan PBB selama bulan Juni. Agenda pertemuan ini menjadi sangat krusial karena digelar di tengah dinamika hubungan antara Teheran dan Washington yang masih dipenuhi ketegangan.
Sementara itu, meskipun kedua negara telah mencatat perkembangan pesat dalam perundingan damai terbaru, situasi di lapangan masih jauh dari stabil. Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang saat ini berlaku dinilai sangat rapuh. Perundingan damai yang dimediasi oleh Pakistan memang menunjukkan kemajuan signifikan, namun para pejabat dari kedua pihak menegaskan bahwa belum ada keputusan akhir yang dicapai. Absennya Araghchi dari sidang PBB pun menambah daftar panjang kerumitan dalam upaya meredakan ketegangan di kawasan.
Artikel Terkait
PHE Minta Dukungan Pemerintah Percepat Perizinan Lahan dan Pasokan Listrik Demi Dongkrak Produksi Migas
Pria Mabuk di Tangsel Diduga Lecehkan Anak 9 Tahun, Diamuk Warga
15 Ribu Ton Beras dari Tiongkok Tiba di Kuba di Tengah Krisis Bahan Bakar dan Tekanan Ekonomi
ART Rekrutan Facebook di Surabaya Gasak Emas dan Uang Dolar Majikan Senilai Rp30 Juta