Iran Setujui Proposal Damai AS, Selat Hormuz Kembali Dibuka Bebas

- Senin, 25 Mei 2026 | 03:20 WIB
Iran Setujui Proposal Damai AS, Selat Hormuz Kembali Dibuka Bebas

Iran dilaporkan telah menyetujui proposal perdamaian yang diajukan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan, termasuk kesepakatan membuka kembali Selat Hormuz seperti sedia kala. Langkah ini menjadi titik terang di tengah ketegangan geopolitik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Surat kabar The New York Times, mengutip keterangan tiga sumber pejabat senior Iran, mengungkapkan bahwa proposal tersebut dirancang untuk menghentikan perang di seluruh front, termasuk di Lebanon. Fokus utama dari inisiatif terbaru Washington adalah memulihkan akses bebas di Selat Hormuz tanpa pengenaan biaya tol, sebuah terobosan yang selama ini menjadi salah satu sumber gesekan utama antara kedua negara.

Sebagai imbalan atas persetujuan itu, Iran akan mendapatkan sejumlah konsesi signifikan. Salah satunya adalah pencabutan blokade maritim yang selama ini diberlakukan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan di sepanjang Selat Hormuz. Selain itu, Amerika Serikat juga berencana mencairkan aset Iran senilai 25 miliar dolar AS setara dengan sekitar Rp442 triliun yang sebelumnya dibekukan di berbagai bank luar negeri.

Namun, sejumlah isu kontroversial yang selama ini menjadi ganjalan dalam perundingan, seperti program nuklir Iran, sengaja ditunda pembahasannya. Masalah-masalah tersebut rencananya akan dibicarakan secara terpisah dalam rentang waktu 30 hingga 60 hari ke depan. Strategi ini tampaknya ditempuh untuk menjaga momentum negosiasi tetap berjalan tanpa terjebak dalam perdebatan yang rumit.

Proses mediasi dalam proposal baru ini turut difasilitasi oleh Pakistan dan Qatar. Kini, delegasi dari kedua negara tersebut tengah berada di Teheran untuk membahas lebih lanjut rencana perdamaian yang telah mendapat lampu hijau dari pihak Iran.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa sebagian besar poin dalam kesepakatan damai dengan Iran telah disetujui. Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa detail akhir yang perlu diselesaikan sebelum kesepakatan dapat diumumkan secara resmi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar