Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih berada dalam zona rawan koreksi, meskipun pada penutupan perdagangan sebelumnya mencatatkan penguatan. Kondisi ini dipicu oleh dominasi volume pembelian yang masih membayangi pergerakan indeks.
Dalam riset yang dirilis MNC Sekuritas pada Selasa (26/5/2026), IHSG ditutup menguat sebesar 0,72 persen ke level 6.206. Namun, analis memperkirakan potensi koreksi selanjutnya dapat menguji level 5.899 yang sekaligus menjadi area support utama.
"IHSG melanjutkan penguatannya sebesar 0,72 persen ke 6.206 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899 sekaligus area support-nya," tulis riset tersebut.
Sementara itu, level support terdekat berada di angka 5.996 dan 5.899, sedangkan resistance diproyeksikan pada level 6.318 dan 6.459. Pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar yang tengah mencermati arah indeks dalam jangka pendek.
MNC Sekuritas juga memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini. Untuk saham ADRO, analis menyarankan strategi buy on weakness setelah harga terkoreksi 2,13 persen ke Rp2.300. Tekanan jual yang muncul menandakan saham ini berada pada bagian awal wave [v] dari wave C. Rentang harga beli yang direkomendasikan berada di Rp2.230 hingga Rp2.290, dengan target harga Rp2.390 dan Rp2.550, serta stoploss di bawah Rp2.200.
Di sisi lain, saham ELSA direkomendasikan dengan strategi trading buy. Saham ini terkoreksi 1,52 persen ke Rp650 dan diperkirakan sedang membentuk bagian dari wave (4) dari wave [C]. Rentang harga beli yang disarankan adalah Rp635 hingga Rp650, dengan target harga Rp680 dan Rp700, serta stoploss di bawah Rp625.
Untuk saham EXCL, analis merekomendasikan buy on weakness setelah harga menguat 4,73 persen ke Rp2.880. Volume pembelian yang masih mendominasi mengindikasikan saham ini berada di awal wave (C) dari wave [B]. Harga beli direkomendasikan pada rentang Rp2.760 hingga Rp2.860, dengan target Rp2.990 dan Rp3.220, serta stoploss di bawah Rp2.700.
Saham INDY juga masuk dalam rekomendasi buy on weakness. Harga terkoreksi 0,41 persen ke Rp2.450 dan diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C. Rentang harga beli yang disarankan adalah Rp2.330 hingga Rp2.410, dengan target harga Rp2.810 dan Rp3.010, serta stoploss di bawah Rp2.200.
Artikel Terkait
Wismilak Bagikan Dividen Rp217,87 Miliar, Laba Bersih Naik 40 Persen di 2025
BEI Ajak Emiten Berdialog demi Kembalikan Saham ke Indeks Global
MNC Asset Management Rayakan 26 Tahun, Tegaskan Komitmen Bertahan di Industri Pasar Modal
Pemerintah Jadwalkan Pencairan Gaji ke-13 PNS dan Pensiunan pada Juni-Juli untuk Biaya Pendidikan