Polres Siak akhirnya menetapkan penyebab kematian dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi, Alex Cristo Loris, sebagai bunuh diri. Kesimpulan ini diambil setelah penyelidikan hampir tiga pekan, dan polisi memastikan tidak ada unsur pembunuhan.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengungkapkan, penyidik telah merampungkan penyelidikan dengan melibatkan tim autopsi, laboratorium forensik, digital forensik, dan psikologi forensik. Sebanyak 14 saksi telah diperiksa, termasuk keluarga, rekan kerja, dan pihak lain yang mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan tewas di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak.
Hasil autopsi menunjukkan adanya bekas suntikan pada lengan kiri korban. Pemeriksaan toksikologi menemukan kandungan rocuronium dalam tubuh korban, zat yang menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan hingga mengakibatkan asfiksia atau mati lemas. "Dari hasil pemeriksaan tersebut dapat disimpulkan bahwa meninggalnya Dokter Alex Cristo Loris disebabkan oleh zat yang mematikan yang masuk ke tubuhnya akibat perbuatannya sendiri," ujar AKBP Sepuh.
Polisi juga menemukan bercak darah pada barang bukti yang identik dengan DNA korban. Di lokasi kejadian, diamankan sebuah tas berisi perlengkapan medis dan sejumlah obat anestesi. Rekaman CCTV memperlihatkan korban datang seorang diri ke lokasi tanpa ada pihak lain. Sementara itu, hasil digital forensik terhadap perangkat elektronik korban tidak menemukan bukti keterlibatan orang lain.
Dari pemeriksaan psikologi forensik, korban diduga mengalami tekanan psikologis terkait persoalan finansial, utang pinjaman online, beban pendidikan PPDS, serta tanggung jawab terhadap keluarga. Penyidik juga menemukan pesan yang belum sempat terkirim kepada istri korban di ponselnya.
Berdasarkan keterangan para saksi, hasil autopsi, laboratorium forensik, digital forensik, psikologi forensik, dan barang bukti yang dikumpulkan, Polres Siak memastikan tidak ditemukan fakta yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan.
Jika Anda mengalami tekanan mental atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera konsultasikan ke psikolog, psikiater, atau layanan bantuan psikologis terpercaya.
Artikel Terkait
Polisi Pastikan Wanita di Medan Helvetia Tewas Bunuh Diri, Motif Masih Diselidiki
Polisi Pastikan Kematian Wanita di Medan Helvetia karena Bunuh Diri
Dua Tentara Wanita Israel Bunuh Diri dalam Dua Hari, Krisis Kesehatan Mental Militer Makin Parah
Bunuh Diri Remaja dan Gugatan ke OpenAI: Ketika Chatbot Jadi Teman Terdekat