Pantau – Suasana di Perumahan Citra 2, Kalideres, Jakarta Barat, mendadak ramai pada Sabtu (21/2/2026). Puluhan warga turun ke jalan untuk memprotes rencana pembangunan rumah duka dan krematorium. Lokasinya? Tepat di lahan fasilitas umum milik Pemprov DKI yang bersebelahan dengan RSUD Kalideres.
Aksi mereka langsung ke titik masalah. Mereka mendatangi lokasi proyek dan memasang spanduk penolakan yang sudah penuh tanda tangan warga sekitar. Suara mereka jelas: tolak pembangunan.
Menurut Budiman Tandiono, perwakilan warga, mereka sama sekali tidak diinformasikan soal proyek ini. Sosialisasi? Nihil. Pemberitahuan resmi? Tidak ada.
Izin proyek katanya sudah terbit sejak 6 Februari lalu. Namun anehnya, di lokasi tak terlihat papan informasi proyek apalagi plang IMB. Warga baru ngeh setelah mendengar suara bising alat berat di pertengahan bulan itu. Plang di lokasi hanya menyatakan lahan seluas 57.175 meter persegi itu milik Pemprov DKI. Sebelumnya, tanah itu lebih sering dipakai anak-anak untuk main bola.
Warga Soroti Alih Fungsi Lahan dan Dampak Kemacetan
Alih fungsi lahan jadi poin utama keberatan Budiman. Menurutnya, ini sama sekali tidak sesuai dengan kebutuhan warga setempat.
Di sisi lain, warga juga mempertanyakan urgensinya. Soalnya, di kawasan Menceng, Tegal Alur masih di Kalideres sudah ada rumah duka berukuran besar. Buat apa dibangun lagi?
Artikel Terkait
Prabowo Dorong Terminal Khusus dan Kerja Sama Maskapai untuk Percepatan Haji
Hasan Nasbi Kritik Pernyataan Provokatif di Tengah Tantangan Global
Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel
Novel Baswedan Desak Pembentukan TGPF Independen untuk Kasus Penyekatan Andrie Yunus