Gagasan Presiden Donald Trump untuk 'membeli' Greenland ternyata punya detail yang lebih aneh lagi. Menurut sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan internal, Gedung Putih sempat mendiskusikan opsi yang cukup radikal: memberikan uang tunai langsung ke setiap penduduk Greenland. Tujuannya? Mendongkrak dukungan agar wilayah otonom Denmark itu lepas dan bergabung dengan Amerika Serikat.
Angka yang disebutkan bervariasi, mulai dari 10 ribu dolar AS per orang, bahkan ada yang menyebut hingga 100 ribu dolar. Bayangkan saja, dengan populasi sekitar 57 ribu jiwa, skema itu bisa menghabiskan anggaran hampir 6 miliar dolar. Mekanisme pastinya memang belum jelas, tapi diskusi ini dianggap serius. Bagi banyak pengamat, ini sekadar cara lain yang terkesan transaksional untuk menguasai pulau strategis itu.
Namun begitu, rencana itu mendapat tentangan keras, terutama dari pihak Greenland sendiri. Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, tak sungkan menyuarakan penolakannya.
“Cukup sudah, tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi,” tegas Nielsen.
Sentimen serupa datang dari sekutu-sekutu AS di Eropa. Prancis, Jerman, Italia, dan beberapa negara lain bahkan merilis pernyataan bersama. Mereka menegaskan, masa depan Greenland hanya ditentukan oleh Greenland dan Denmark. Penolakan ini cukup mengganggu, mengingat AS dan Denmark adalah sekutu dekat di NATO.
Di sisi lain, Gedung Putih tampaknya belum menyerah. Mereka bahkan membuka opsi penggunaan kekuatan militer, meski hal ini menuai kritik dari dalam negeri sendiri. Pemimpin DPR dari Partai Republik, Mike Johnson, misalnya, menyatakan ketidaknyamanannya.
Artikel Terkait
Gus Ipul: Santunan Korban Jiwa Bencana Sumatera Mulai Disalurkan
Rocky Gerung Muncul di Rakernas PDIP, Dampingi Elite Partai di Ancol
Pertemuan Rahasia Eggi dan Jokowi: Pelukan yang Memicu Badai Tanya
KPK Gelar OTT di Kantor Pajak, DJP Janji Berantas Praktik Suap