Dari balik keriuhan Stasiun Gambir siang itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan proyeksinya. Menurutnya, puncak arus mudik Lebaran 2026 kemungkinan besar akan terjadi pada 18 Maret mendatang. Prediksi ini ia sampaikan usai meninjau langsung kesiapan angkutan Lebaran, Selasa (24/2/2026).
"Puncak arus mudik, kalau hitungannya 18 Maret," ucap Dudy.
Namun begitu, ia tak terlalu khawatir. Ada strategi yang diandalkan untuk mengurai kepadatan: kebijakan Work From Anywhere atau WFA. Harapannya, dengan WFA, pergerakan pemudik tidak membanjir di satu hari yang sama. Mereka bisa mulai berangkat lebih awal, misalnya dari hari Jumat, sehingga beban di hari puncak bisa terdistribusi. Lonjakan penumpang pun diharapkan lebih landai dan terkendali.
"Tapi dengan WFA, kita harapkan puncak itu bisa kita sebar," lanjutnya menegaskan.
Persiapan moda transportasi lain juga terus digenjot. Dalam kunjungannya tadi, Menhub menyempatkan mengecek kesiapan sarana dan prasarana kereta api. Semua ini untuk memastikan operasional mudik nanti berjalan optimal. Aman dan lancar, tentu saja, jadi tujuan utamanya.
"Mudah-mudahan ke depan dalam pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik," harap Dudy.
Secara garis besar, skema penanganan tahun ini masih mengacu pada pola tahun lalu yang dinilai sukses. Tapi bukan berarti tanpa penyempurnaan. Beberapa kebijakan mendapatkan sentuhan perbaikan, salah satunya di sektor penerbangan.
Stimulus diskon tiket pesawat, contohnya. Kalau tahun sebelumnya hanya menyentuh angka 14 persen, tahun ini pemerintah berani menaikkannya hingga 18 persen. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus meringankan beban masyarakat.
"Ada beberapa kebijakan yang dari tahun kemarin diperbaiki," tutur Menhub.
"Seperti stimulus tiket pesawat udara, yang tahun kemarin hanya sampai sekitar 14 persen, sekarang menjadi sampai 18 persen. Jadi kita berharap bahwa apa yang sudah kita lakukan tahun kemarin, lebih baik lagi pada tahun ini."
Semua persiapan itu kini tinggal menunggu eksekusi. Tantangan sesungguhnya akan diuji ketika jutaan orang mulai memadati stasiun, terminal, dan bandara dalam beberapa pekan ke depan.
Artikel Terkait
Pemerintah Minta Publik Bersabar Tunggu Pengumuman Skema Baru Bagi Hasil Tambang
Iran Peringatkan Negara Arab agar Tak Izinkan AS Gunakan Wilayah Mereka untuk Serang Iran
Wamen Haji Instruksikan Petugas Siaga Penuh Sambut Jemaah Gelombang Kedua di Madinah
Perindo Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu Sebelum Tahapan Seleksi Penyelenggara Bergulir