“Tidak. Saya rasa itu tidak tepat,” ujarnya.
Lalu, ada lagi kritik tajam dari sekutu lama AS, Prancis. Presiden Emmanuel Macron, dalam pidato tahunannya di hadapan para duta besar, menyoroti perubahan sikap Amerika di panggung global.
“Amerika Serikat adalah kekuatan mapan, tetapi secara bertahap sedang berpaling dari sebagian sekutunya dan membebaskan diri dari aturan internasional,” kata Macron.
Ia memperingatkan dunia tengah memasuki era persaingan kekuatan besar yang berisiko memecah belah. Meski juga menyoroti China dan Rusia, kritiknya terhadap Washington terasa paling menohok. Uniknya, kritik ini disampaikan tak lama setelah utusan AS hadir dalam pembicaraan penting tentang keamanan di Paris. Situasinya memang rumit.
Jadi, dari wacana memberi uang tunai hingga ancaman militer, upaya AS terhadap Greenland justru memicu ketegangan dengan sekutu. Alih-alih mendapat dukungan, langkah-langkah Trump malah membuat banyak pihak, baik di dalam maupun luar negeri, mengernyitkan dahi. Greenland jelas-jelas bukan barang dagangan.
Artikel Terkait
Laba Sawit Menguap ke Singapura, Indonesia Cuma Dapat Sisa
Mezquita-Catedral Córdoba: Kisah Dua Peradaban dalam Satu Atap
KPK Ungkap Modus Potong Pajak Rp75 Miliar Jadi Rp15 Miliar di Jakut
KPK Amankan Rp6 Miliar dalam OTT Perdana 2026, Libatkan Pejabat Pajak dan Tambang