MURIANETWORK.COM Analisis
[Ilustrasi: Rumah di Sumber, Solo]
Kunjungan itu terjadi Kamis sore, 8 Januari lalu. Dua tersangka dalam kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik Presiden Joko Widodo, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, mendatangi rumah ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka di Sumber, Solo. Langkah mereka langsung memantik beragam tafsir.
Buni Yani, pengamat politik dan media, punya pandangannya sendiri. Menurut dia, apa yang sedang diupayakan Jokowi dengan menerima keduanya adalah bentuk politik pecah belah. Tapi Buni yakin, taktik semacam itu nggak bakal mempan.
"Jangan sedih," tulis Buni di akun Facebook pribadinya, Sabtu (10/1/2025).
"Dunia berjalan seperti adanya. Pejuang bergabung dengan pejuang, pengkhianat dengan pengkhianat."
Pernyataan itu terasa seperti sindiran tajam. Ia seolah menggambarkan sebuah pertemuan yang bukan kebetulan, melainkan pertemuan antar pihak yang punya kesamaan nasib atau kepentingan.
Artikel Terkait
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Bersilaturahmi ke Kediaman Jokowi
Megawati Buka Rakernas PDIP dengan Tema Kebenaran Akan Menang
Eggi Sudjana Minta Jokowi Bantu Cabut Cekal untuk Berobat ke Luar Negeri
Kunjungan Tersangka ke Solo Picu Sindiran Tajam: Ada Pejuang, Ada Pecundang