Operasi militer Amerika Serikat di Venezuela akhir pekan lalu bukan cuma soal politik. Ada hal besar yang dipertaruhkan: minyak. Menurut analis JP Morgan, langkah Washington ini bisa benar-benar mengubah peta energi global. Intinya, kalau AS berhasil menguasai industri energi Venezuela, mereka bakal memegang kendali atas cadangan minyak terbesar di dunia.
Laporan mereka, seperti dikutip Fortune, menyebutkan hal itu akan merombak pasar energi internasional. Lebih jauh lagi, posisi AS bisa melesat ke puncak. "Kendali tersebut dapat memosisikan AS sebagai pemegang cadangan minyak global teratas," tulis JP Morgan. Angkanya? Bisa mencapai sekitar 30 persen dari total cadangan minyak dunia. Bayangkan, sepertiga sumber minyak bumi di planet ini berada di bawah satu kendali.
Presiden Donald Trump sendiri sudah mengklaim pihaknya kini mengendalikan Venezuela. Dengan nada penuh keyakinan, dia menyatakan,
“Dominasi Amerika di Belahan Bumi Barat tidak akan pernah dipertanyakan lagi.”
Namun begitu, jalan menuju ambisi energi itu tidak mulus. Venezuela memang punya cadangan luar biasa, tapi kondisinya memprihatinkan. Produksinya anjlok. Dulu, di era keemasan tahun 1970-an, negara ini bisa memompa lebih dari 3,5 juta barel per hari. Sekarang? Outputnya cuma sekitar sepertiganya, berkutat di angka 1 juta barel per hari.
Penurunan drastis ini punya sejarah panjang. Industri minyak Venezuela sudah lama tertekan. Sejak dekade 2010-an, sanksi-sanksi Barat mulai membelit. Trump sendiri, pada 2017, memperketat sanksi terhadap minyak Venezuela dan memotong aksesnya ke pasar AS. Tekanan itu jelas berdampak.
Di sisi lain, rencana Trump untuk membangkitkan kembali industri energi Venezuela dengan perusahaan-perusahaan AS juga dianggap sebagai pekerjaan rumah yang berat. Butuh waktu. Dan yang pasti, butuh uang yang sangat banyak miliaran dolar. Itu pun di tengah pasar minyak dunia yang sedang lesu dan penuh ketidakpastian. Banyak pengamat meragukan kecepatan pemulihannya. Jadi, meski cadangannya menggiurkan, mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi nyata adalah cerita yang sama sekali berbeda.
Artikel Terkait
Pencurian Kabel Sinyal di Dua Titik Ganggu Operasional KRL Rangkasbitung–Tanah Abang, Polisi Tangkap Komplotan Pelaku
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Beri Bonus Rp1 Miliar ke Persib dari Hasil Penjualan Sapi
Trump Ingin Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran di Tengah Ketegangan Pasca-Serangan
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis