Minggu sore nanti, Stadion GBLA bakal berubah jadi kawah candradimuka. Persib Bandung siap menjamu sang rival abadi, Persija Jakarta, dalam lanjutan Super League 2025/26. Kick-off pukul 15:30 WIB. Seperti biasa, duel "El Clasico Indonesia" ini selalu punya cerita. Dan kali ini, sorotan utama tertuju pada satu nama: Marc Klok.
Gelandang berusia 32 tahun itu punya sejarah dengan Persija. Dulu, dia pernah berseragam Macan Kemayoran dan sukses membawa mereka juara Piala Menpora 2021. Perpindahannya ke Persib pada tahun yang sama bikin banyak orang berkomentar. Tak sedikit yang menyamakannya dengan Luis Figo, legenda Portugal yang dulu jadi "pengkhianat" karena pindah dari Barcelona langsung ke Real Madrid.
Klok sendiri tampaknya tak menampik perbandingan itu.
"Saya menikmati waktu yang indah di kubu lawan. Trofi saya menangkan, kebahagiaan juga. Tapi hidup berjalan, kan? Kita harus melangkah tanpa menyimpan dendam," ujar Klok saat berbincang dengan awak media.
"Soal Figo, saya sudah tonton film dokumenternya. Dan ya, saya akui, awal-awal pindah ke sini dulu tidak mudah. Banyak tekanan."
Namun begitu, pria kelahiran Amsterdam itu dikenal sebagai pribadi yang tangguh. Dia punya mental juara yang kuat.
"Di sisi lain, saya dikenal karena tekad dan kemauan untuk menang. Ke mana pun saya pergi, tujuan saya cuma satu: menang," tambahnya dengan nada percaya diri.
Bicara soal Figo, kisahnya memang ekstrem. Setelah pindah ke Real Madrid, dia selalu jadi sasaran kebencian fans Barcelona. Puncaknya terjadi pada November 2002. Saat Figo bersiap mengambil tendangan pojok, berbagai benda beterbangan dari tribun termasuk sebuah kepala babi! Untungnya, atmosfer di Indonesia tidak separah itu. Meski kadang masih ada cibiran, Klok tidak pernah mendapat perlakuan fisik yang membahayakan.
Kini, setelah beberapa musim membela Maung Bandung, Klok merasa telah menemukan rumah. Dia merasa dihargai dan bahkan sudah menambah koleksi gelar juara di sini.
"Di Persib saya dapat keluarga baru. Tapi jujur, tetap saja kadang ada hinaan. Terutama kalau performa tim lagi jelek atau saya bermain buruk. Seolah-olah saya pengkhianat atau pilihan saya salah," tuturnya.
"Ya, itu resikonya. Saya harus terima dan hadapi sampai karier saya nanti berakhir. Yang penting buat saya adalah berikan yang terbaik, hidup sesuai nilai-nilai saya, dan menang. Titik."
Laga akhir pekan ini, baginya, adalah kesempatan lain untuk membuktikan diri. Bukan cuma buat klub, tapi juga untuk identitasnya sendiri sebagai Marc Klok.
"Ini momen untuk tunjukkan siapa Persib, siapa saya, dan siapa yang paling lapar akan kemenangan. Semoga yang terbaik menang, tanpa ada rasa benci. Saya ingin merasakan semangat dan rasa kekeluargaan kota ini sepenuhnya," tandas Klok.
"Saya tahu betul kebanggaan dan dedikasi luar biasa yang diberikan bobotoh. Kami akan berjuang mati-matian, lebih dari 90 menit jika perlu, untuk berada di puncak. Itu tujuan kami."
Suasana sudah mulai memanas. Tinggal menunggu waktu saja sampai peluit pertama berbunyi di GBLA.
Artikel Terkait
Nathan Tjoe-A-On Kembali Bermain Usai Kasus Paspor, Willem II Raih Kemenangan
Pelatih Persija Ingatkan Konsistensi Jadi Kunci Kejar Gelar Juara
PSSI Siapkan Kompetisi Baru yang Berjalan Paralel dengan Liga Mulai 2026
NAC Breda Ajukan Banding ke Pengadilan Soal Status Paspor Dean James